Kekeringan di Kota Jambi Meluas, Pemkot Kerahkan Puluhan Mobil Tangki dan Salurkan 960 Ribu Liter Air Bersih

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Senin, 07 September 2026 | 14:46:32 WIB
Warga menerima pasokan air bersih dari mobil tangki di kawasan permukiman terdampak kekeringan di Kota Jambi.

JAMBI — Kekeringan yang melanda sejumlah kawasan permukiman di Kota Jambi kian meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi mencatat, hingga saat ini total air bersih yang telah didistribusikan ke wilayah terdampak mencapai 960 ribu liter. Pendistribusian dilakukan secara bertahap setiap harinya menggunakan armada dari berbagai instansi.

Wali Kota Jambi, Maulana, mengungkapkan bahwa kondisi ini dipicu oleh kemarau panjang yang menyebabkan sumur warga mengering. Pemantauan dilakukan setiap hari untuk memastikan wilayah mana saja yang membutuhkan pasokan air bersih secara mendesak.

"Saya selalu memonitor tiap hari kondisi ketersediaan air bersih di kawasan permukiman. Sebagian masyarakat menggunakan sumber air permukaan dan sumur, sekarang banyak sumur yang mulai kering," ujar Maulana.

Kapasitas Distribusi Mencapai 200 Ribu Liter per Hari

Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, Pemkot Jambi mengerahkan armada dalam jumlah besar setiap harinya. Distribusi air bersih ini tidak hanya mengandalkan mobil tangki milik pemerintah daerah, tetapi juga mendapat dukungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Palang Merah Indonesia (PMI).

"Setiap hari itu kira-kira 35 mobil tangki mendistribusikan air. Sehari bisa mencapai 200 ribu liter air," kata Maulana.

Dari total armada yang dikerahkan, BPBD Kota Jambi mengoperasikan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter serta tiga unit armada berkapasitas masing-masing 4.000 liter. Selain itu, dukungan datang dari Batalyon 142/KJ yang menyiagakan dua armada dan PMI Kota Jambi dengan satu armada.

Lurah dan Camat Diminta Aktif Laporkan Titik Kekeringan

Maulana menegaskan bahwa koordinasi di tingkat wilayah menjadi kunci dalam penanganan bencana kekeringan ini. Para lurah dan camat diminta untuk proaktif melaporkan kondisi di lapangan agar pendistribusian air bisa tepat sasaran.

"Lurah dan camat wajib berkoordinasi untuk wilayah yang mengalami kekeringan," tegas Maulana.

Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, menjelaskan bahwa pendistribusian air bersih ini dilakukan secara bergantian ke titik-titik yang paling membutuhkan. Pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan memastikan pasokan air bersih tetap mengalir hingga musim hujan tiba.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: jambiindependent.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top