JAMBI — Kepala Kanwil DJPb Jambi Tunas Agung Jiwa Brata menyatakan pihaknya mendapat mandat untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara lebih detail terhadap ketiga program tersebut. Pengawasan ini merupakan bagian dari tugas rutin Kanwil DJPb dalam mengawal belanja negara di daerah.
Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu yang mendapat perhatian utama. Berdasarkan data Kanwil DJPb Jambi, program ini didukung oleh 234 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Provinsi Jambi.
Dari jumlah tersebut, 195 SPPG telah beroperasi dan 39 lainnya siap beroperasi. Realisasi program MBG di Jambi saat ini mencapai sekitar 55 persen dari target yang ditetapkan.
Program Sekolah Rakyat telah berjalan di dua lokasi di Jambi. Pertama, jenjang SMA di Kota Jambi. Kedua, program terintegrasi jenjang SMP dan SMA di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Sementara itu, implementasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga mulai berjalan di berbagai daerah. Kanwil DJPb Jambi akan mengawasi pelaksanaannya untuk memastikan tidak ada kendala di lapangan.
Kanwil DJPb Jambi berencana melakukan survei ke sejumlah daerah dalam waktu dekat. Tujuannya untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan program sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi.
"Kami diminta lebih fokus dan lebih detail kali ini melihat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," kata Tunas Agung Jiwa Brata di Jambi, Jumat.
Hasil monitoring dari Kanwil DJPb Jambi akan menjadi bahan masukan bagi pemerintah pusat. Data tersebut digunakan untuk mengevaluasi perkembangan program dan menyusun langkah penyempurnaan apabila masih ditemukan kendala di lapangan.
Pengawasan ini diharapkan dapat memastikan seluruh program prioritas nasional terlaksana secara optimal. Tujuannya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat perekonomian daerah, serta mendukung peningkatan kesejahteraan warga Jambi.