MENDALO — Kompetisi memperebutkan kursi di Universitas Jambi (UNJA) memasuki babak final. Sebanyak 3.560 calon mahasiswa mulai bersaing ketat dalam Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (SMM PTN-Barat) 2026.
Jalur ini merupakan seleksi terakhir penerimaan mahasiswa baru setelah Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). SMM PTN-Barat diselenggarakan oleh konsorsium 27 Perguruan Tinggi Negeri wilayah barat, termasuk UNJA.
Dari total pendaftar, terdapat empat peserta penyandang disabilitas yang mengikuti ujian. Mereka terdiri dari satu orang tuna netra dan tiga orang tuna rungu.
UNJA menyediakan ruang ujian khusus dan pendamping untuk memastikan aksesibilitas selama proses seleksi. “Khusus peserta tuna netra akan mengikuti ujian di laboratorium tersendiri dengan pendamping yang telah disiapkan untuk membantu selama proses ujian,” jelas Prof. Dr. Hafrida.
Ujian SMM PTN-Barat di UNJA berlangsung selama empat hari, mulai 17 hingga 20 Juni 2026. Pada hari pertama, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan pada sesi pertama berjalan dengan baik. Mudah-mudahan hingga hari terakhir seluruh proses seleksi dapat terlaksana dengan lancar dan semua kebutuhan peserta dapat terfasilitasi dengan baik,” ujar Prof. Hafrida.
Melalui jalur SMM PTN-Barat, UNJA berkomitmen menjaring calon mahasiswa yang berkualitas, memiliki dedikasi tinggi, serta mampu menyelesaikan pendidikan sesuai target akademik. Langkah tersebut diharapkan mendukung peningkatan mutu pendidikan dan daya saing institusi secara berkelanjutan.
“Harapan kami tentu Universitas Jambi bisa menyelenggarakan seleksi ini dengan baik dan lancar, tanpa kendala yang berarti. Jangan sampai ada hambatan yang dapat merugikan peserta,” kata Prof. Hafrida.