JAMBI — Darmawan mengungkapkan, dua pembangkit yang bermasalah itu dimiliki dan dioperasikan oleh mitra PLN, bukan oleh perseroan secara langsung. Gangguan teknis yang terjadi membuat keduanya terpaksa lepas dari sistem kelistrikan Jawa, yang akhirnya berdampak pada pasokan listrik ke rumah-rumah warga.
"Dalam kondisi seperti ini, kami juga menghadapi tantangan. Ada kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami," ujar Darmawan dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (20/6).
PLN langsung mengerahkan tim internal untuk bergabung dengan tim dari mitra pengelola pembangkit. Langkah ini diambil agar proses perbaikan berjalan lebih cepat dan kedua pembangkit bisa segera kembali memasok listrik ke sistem kelistrikan Jawa.
"Kami ingin memastikan perbaikan berlangsung lancar dan masyarakat segera mendapatkan pasokan listrik normal kembali," kata Darmawan.
Selain masalah teknis di pembangkit, Darmawan juga mengungkapkan upaya mempercepat pasokan batu bara kalori medium ke sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Hal ini menyusul arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait pengamanan pasokan batu bara.
"Kami juga mempercepat proses penandatanganan kontrak para pemasok batu bara terutama medium grade coal yang sudah dapat penugasan dari pemerintah," jelas Darmawan.
PLN akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara untuk mempercepat pengiriman batu bara ke PLTU. Darmawan menambahkan, percepatan ini penting agar penandatanganan kontrak dengan pemasok bisa segera rampung dan pasokan listrik tetap terjaga.
Pemadaman bergilir di Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir memang menjadi keluhan banyak pelanggan. Dengan dikerjakannya perbaikan dua pembangkit besar dan percepatan pasokan batu bara, PLN berharap sistem kelistrikan Jawa bisa segera pulih dan pemadaman tidak berlarut-larut.