JAMBI — Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis, Selasa (16/6) malam, menyatakan data sementara menunjukkan 24 warga mengalami luka ringan dan delapan lainnya luka berat. "Seluruh data tersebut masih terus diverifikasi dan diperbarui oleh petugas di lapangan," ujarnya.
Kabupaten Sigi menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, mencapai 24 KK atau 69 jiwa. Di daerah ini, 21 warga dilaporkan luka ringan dan delapan luka berat.
Sementara itu, Kabupaten Parigi Moutong mencatat 21 KK atau 40 jiwa terdampak. Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan, sementara satu warga di Kabupaten Poso masih dalam proses pendataan lebih lanjut.
Kerusakan infrastruktur menjadi perhatian utama. BNPB mencatat satu ruas jalan provinsi penghubung Palu-Sigi-Poso mengalami amblas, berpotensi memutus akses logistik antarwilayah. Di Kota Palu, Jembatan III dilaporkan mengalami keretakan dan telah ditinjau langsung oleh pemerintah kota bersama BPBD dan tim ahli.
Secara keseluruhan, pendataan sementara mencatat 64 unit rumah terdampak, termasuk empat di antaranya rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada empat fasilitas ibadah, empat fasilitas umum, dua jembatan, dua gedung perkantoran, satu tempat usaha, dan satu bangunan hotel yang masih dalam proses verifikasi.
Merespons guncangan, seluruh pasien di Rumah Sakit Anutapura Kota Palu sempat dievakuasi ke area terbuka sebagai langkah antisipasi. Pemerintah Kota Palu kemudian mendirikan tenda darurat dan pasien secara bertahap kembali ke ruang perawatan. Hingga Selasa malam, status keadaan darurat belum ditetapkan.
Di Kabupaten Poso, masyarakat bersama aparat kepolisian melakukan pembersihan puing-puing bangunan. Sementara itu, pendataan dampak di Kabupaten Donggala masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
Abdul Muhari menambahkan, sejumlah kebutuhan mendesak mulai teridentifikasi dari daerah terdampak. "Kebutuhan mendesak yang dilaporkan antara lain logistik penanggulangan bencana, terpal untuk menutupi bangunan yang mengalami kerusakan, serta pemasangan tenda di halaman RSUD Kabupaten Poso," jelasnya.
BNPB bersama BPBD dan Tim Reaksi Cepat (TRC) dari lima kabupaten/kota terus melakukan kaji cepat dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan serta desa untuk mempercepat penanganan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Proses pendataan masih berlangsung sehingga jumlah korban maupun kerusakan berpotensi mengalami perubahan.