JAMBI — Prototipe Toyota M Concept bukan sekadar pajangan. Mobil ini bisa menjadi cikal bakal MR2 atau Celica modern. Toyota Gazoo Racing (GR) telah mengembangkan kendaraan uji ini selama tiga tahun. Kini sudah ada enam iterasi berbeda, dengan rencana total 20 unit.
Kepala insinyur GR, Naohiko Saito, menyebut keenam prototipe itu sebagai "mainan" para insinyur. Faktanya, proyek ini melibatkan setidaknya 500 karyawan GR.
Secara tampilan, M Concept mirip GR Yaris yang dimodifikasi secara ekstrem. Namun, tata letak mesinnya berbeda total. Mesin berada di tengah, tepat di belakang kursi pengemudi, menggantikan posisi mesin depan pada GR Yaris.
Sistem penggerak semua rodanya juga unik. Subframe dan diferensial belakang GR Yaris diputar 180 derajat, lalu ditempatkan di bagian depan mobil.
Prototipe yang kami kendarai menggunakan mesin G16E-GTS 1.6 liter tiga silinder turbo milik GR Yaris. Namun, prototipe yang lebih baru sudah menggunakan mesin G20E 2.0 liter empat silinder turbo yang lebih besar. "Mesin ini masih sangat mentah. Setelah 20 menit berkendara, mobil sudah mengalami overheat," ujar Saito.
Di area gravel pit Shimoyama, prototipe M Concept terasa seperti Lancia Stratos versi modern. Bobot mesin di tengah membuat mobil sangat cepat berputar dan mudah mempertahankan slide. Distribusi torsi standar 30:70 (depan:belakang) bisa diubah hingga 100 persen ke roda belakang, mirip mode "Initial D". Sebaliknya, split 70:30 membuat understeer parah yang disebut Akio Toyoda sebagai "waktu untuk berdoa kepada Tuhan."
Sayangnya, mesin 1.6 liter terasa kurang bertenaga di prototipe awal. Kemungkinan karena heat soak dan bobot roda rally yang berat. Namun, potensi sasisnya sudah terlihat jelas. Mengangkat pedal gas lalu menginjaknya kembali sudah cukup untuk membuat hidung mobil mengarah ke dalam tikungan, terutama di permukaan gravel.
Kami juga menjajal prototipe generasi kelima di sirkuit aspal Shimoyama sepanjang 5,3 km. Sirkuit ini terkenal dengan tikungan buta dan tanjakan terjal. Prototipe ini menggunakan mesin G20E 2.0 liter turbo yang lebih bertenaga, dipadukan dengan ban Bridgestone Potenza RE-71RZ yang lengket. Hasilnya, handling jauh lebih solid dan responsif dibandingkan prototipe generasi pertama.
Saito mengonfirmasi bahwa mesin G20E adalah mesin 16-katup DOHC dengan injeksi langsung dan port, serta turbo twin-scroll bantalan bola. Ukuran kompresornya bervariasi, tetapi semuanya terlihat jauh lebih besar dari turbo IHI yang digunakan GR Yaris saat ini. Dengan perkembangan secepat ini, bukan tidak mungkin Toyota akan menghadirkan MR2 atau Celica modern dalam beberapa tahun ke depan.