JAMBI — Rencana migrasi ini bukan sekadar pindah markas. Adhyaksa FC membawa serta program pembinaan usia muda Elite Pro Academy untuk kelompok U-16, U-18, dan U-20. Klub yang musim lalu masih bermarkas di Banteng pada Championship 2025/2026 ini menargetkan talenta lokal Kalimantan Tengah sebagai prioritas utama.
Eko Setyawan, yang juga anggota Exco PSSI, mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Gubernur Kalimantan Tengah sudah dimulai sejak dua tahun silam. “Saat itu beliau menyampaikan bahwa daerah ini memiliki banyak talenta muda yang berpotensi menjadi pemain profesional bahkan memperkuat Timnas Indonesia,” ujar Eko dalam keterangan yang dikutip dari Antara.
Kunjungan ke Stadion Tuah Pahoe menjadi langkah konkret untuk merealisasikan rencana tersebut. “Kami datang ke Palangka Raya untuk menindaklanjuti pembicaraan yang sudah berlangsung dua tahun lalu dengan Pak Gubernur,” tambahnya.
Eko menegaskan bahwa Adhyaksa FC tidak datang sendirian. Klub membawa ekosistem pembinaan jangka panjang. “Kami tidak hanya datang dengan tim senior. Kami juga membawa program Elite Pro Academy. Nantinya, anak-anak asli Kalimantan Tengah akan menjadi prioritas,” kata Eko.
Langkah ini diambil demi membangun fondasi sepak bola yang lebih sehat di daerah. Adhyaksa FC siap bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mencetak pemain-pemain berkualitas.
Eko berharap Stadion Tuah Pahoe tidak hanya menjadi tempat bertanding. “Saya berharap sepak bola bisa menjadi tempat berkumpul keluarga, menjadi sarana wisata olahraga, dan tempat bersilaturahmi bersama teman maupun rekan kerja di stadion,” ucapnya.
Rencana kepindahan home base ini masih dalam tahap peninjauan. Keputusan final akan bergantung pada hasil koordinasi lebih lanjut antara manajemen klub dan Pemprov Kalimantan Tengah. Jika terealisasi, Stadion Tuah Pahoe akan menjadi markas baru Adhyaksa FC di kasta tertinggi Liga Indonesia musim depan.