Polresta Surakarta Bantah Tahan Demonstran, Massa Sempat Mendesak Pembebasan Dua Rekan

Penulis: Ahmad Syukri  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 23:34:01 WIB
Kapolresta Surakarta memastikan tidak ada demonstran yang ditahan dalam aksi di depan DPRD Kota Solo.

JAMBI — Kericuhan sempat mewarnai aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Solo, Jumat (12/6). Massa yang awalnya menyuarakan tuntutan perbaikan ekonomi tiba-tiba berubah histeris setelah beredar kabar dua orang rekannya dibawa paksa oleh aparat.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol. Catur Cahyono Wibowo, merespons situasi itu dengan mendatangi langsung kerumunan. Ia berjalan menuju titik konsentrasi massa saat aksi mulai membubarkan diri. Seorang mahasiswa yang memandu aksi langsung menyambut kedatangan Catur dan mempertanyakan nasib dua rekannya.

"Teman-teman, ini ada Bapak Kapolresta Surakarta di tengah-tengah kita. Mari kita tanyakan kenapa dua rekan kami tadi ditangkap," kata mahasiswa tersebut.

Catur menjawab singkat di hadapan para demonstran. "Tidak ada yang ditahan, tidak ada yang diculik," ujarnya sebelum berjalan meninggalkan lokasi.

Klarifikasi Resmi Polresta: Tidak Ada Satu Pun Diamankan

Kasi Humas Polresta Surakarta, AKP Lingga Ramadhani, memberikan pernyataan resmi seusai aksi. Ia menegaskan bahwa kabar penahanan yang beredar di kalangan demonstran adalah tidak benar.

"Kita luruskan bahwa beredar kabar yang dinarasikan tadi ada yang kita amankan. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada," kata Lingga.

Lingga memastikan seluruh peserta aksi telah membubarkan diri dengan tertib. "Semuanya massa aksi saat ini sudah mulai membubarkan diri dan tidak ada satu pun yang diamankan oleh Polresta Surakarta," lanjutnya.

Kronologi Singkat: Isu Penangkapan yang Memicu Amarah

Ketegangan bermula ketika seorang saksi di lokasi mengaku melihat dua orang peserta aksi dibawa menjauh dari kerumunan oleh oknum yang diduga aparat. Informasi itu menyebar cepat di antara massa yang masih berkumpul di Jalan depan DPRD Kota Solo.

Para demonstran yang semula tertib mendadak terpecah. Sebagian dari mereka bergegas mendatangi gerbang DPRD tempat Kapolresta berada. Teriakan "Bebaskan kawan kami" menggema di lokasi, memaksa aparat untuk segera melakukan klarifikasi.

Hingga aksi berakhir, Polresta Surakarta memastikan tidak ada proses penahanan atau pengamanan terhadap peserta demo. Insiden ini menjadi catatan tersendiri atas komunikasi antara aparat dan pengunjuk rasa di tengah penyampaian aspirasi. (syd/lom)

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top