Instagram Uji Coba Batasi Konten Berulang soal Berat Badan dan Kecemasan untuk Remaja

Penulis: Ahmad Syukri  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 18:28:31 WIB
Meta uji coba pembatasan konten berulang tentang berat badan dan kecemasan untuk pengguna remaja di Instagram.

JAMBI — Meta mengumumkan pengujian batas baru terhadap jenis konten yang bisa ditonton remaja secara berulang di Instagram. Kebijakan ini secara khusus membatasi unggahan tentang citra tubuh, pola makan, dan kesehatan mental yang dinilai bisa berdampak negatif jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Konten Apa yang Dibatasi?

Menurut pernyataan resmi Meta, konten yang masuk dalam pembatasan ini meliputi topik tentang berat badan, nutrisi, dan cara mengatasi kecemasan. Unggahan soal latihan angkat beban juga masuk daftar jika disajikan berulang-ulang.

Meta menegaskan konten-konten tersebut tidak melanggar aturan platform. Namun, paparan terus-menerus terhadap topik semacam ini dinilai bisa mempengaruhi kesehatan mental dan harga diri remaja. "Tujuannya agar topik-topik ini tetap seimbang dengan jenis konten lain, bukan ditampilkan berulang," tulis Meta dalam pengumumannya.

Dari Feed hingga Reels, Semua Kena Dampak

Pembatasan ini berlaku di tiga area utama Instagram: feed rekomendasi, halaman Explore, dan tab Reels. Artinya, remaja tetap bisa mencari konten tersebut secara manual, tapi algoritma tidak akan mendorongnya secara berulang.

Langkah ini merupakan perluasan dari kebijakan tahun lalu yang sudah memblokir konten "seksual sugestif" dan istilah pencarian dewasa seperti alkohol serta kekerasan. Saat itu, Meta menyamakan akun remaja dengan rating film PG-13, meski perbandingan itu langsung ditolak Motion Picture Association.

Kekalahan di Pengadilan Jadi Pemicu?

Instagram selama bertahun-tahun dituduh menjerumuskan pengguna muda ke dalam apa yang disebut "lubang kelinci algoritma"—di mana remaja terus-menerus direkomendasikan konten yang merusak citra diri. Tuduhan ini kembali mencuat dalam persidangan perdata soal kecanduan media sosial di Los Angeles. Juri dalam kasus itu akhirnya memenangkan pihak penggugat dan memutuskan Meta bersalah.

Kekalahan hukum tersebut menjadi salah satu tekanan terbesar bagi Meta untuk me

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top