SURABAYA — Wuling Eksion, model terbaru pabrikan asal China itu, langsung menjadi primadona di ajang IIMS Surabaya 2026. Manajemen Wuling menargetkan separuh dari total 150 SPK yang dibidik selama pameran akan disumbang oleh kendaraan elektrifikasi ini.
Sepanjang pameran, booth Wuling tak pernah sepi pengunjung. Antrean panjang terlihat di area test drive, di mana pengunjung rela mengantre untuk merasakan langsung sensasi berkendara Wuling Eksion.
Dari total pemesanan yang masuk selama acara, varian EV murni menjadi primadona dengan menguasai 80 persen pasar. Sisanya, 20 persen pemesanan diamankan oleh varian Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang diminati konsumen yang masih menginginkan fleksibilitas mesin bensin.
Sinyal positif sebenarnya sudah terlihat sebelum peluncuran resmi. Manajemen Wuling menyebut antusiasme pasar mulai terbentuk lebih awal.
"Untuk dari Surabaya ini, sebelum kita launching hari ini, itu kurang lebih sudah 100 SPK yang masuk. 100 SPK yang masuk dan kita akan delivery di awal bulan Juni untuk sebagian SPK-SPK yang masuk sebelum acara ini," beber Brian Gomgom, perwakilan manajemen Wuling.
Angka itu menjadi modal awal bagi Wuling untuk mengejar target lebih tinggi selama IIMS Surabaya 2026.
Kepopuleran Wuling Eksion di Surabaya mencerminkan tren positif di skala nasional. Sejak pertama kali diperkenalkan ke publik tanah air, angka pemesanan total kendaraan ini telah menembus 1.000 unit.
"Nah, untuk di hari ini pun kita target untuk acara IIMS ini adalah 150 untuk total semua SPK. Dan memang kontribusinya kelihatannya 50 persen itu akan datang dari Eksion," sambung Brian.
Daya tarik utama mobil ini terletak pada kelengkapan opsi elektrifikasinya. Varian EV murni yang menjadi primadona di Surabaya menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik di Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti Surabaya, terus menguat.