JAMBI — Meski namanya melekat sebagai oleh-oleh khas Semarang, wingko babat sebenarnya berasal dari Babat, sebuah kecamatan di Jawa Timur. Perpaduan rasa manis, gurih kelapa parut, dan tekstur kenyal membuat kue beraroma khas ini tetap dicari, baik sebagai teman minum teh maupun buah tangan saat bepergian.
Kunci kelezatannya bukan pada peralatan mahal, melainkan pada pemilihan bahan dan cara memanggang. Dua hal itulah yang paling menentukan hasil akhir wingko babat buatan rumah.
Kelapa Setengah Tua Jadi Penentu Tekstur
Bahan pertama yang perlu diperhatikan adalah kelapa parut. Gunakan kelapa yang tidak terlalu tua agar teksturnya tetap lembut dan kadar minyaknya pas. Kelapa yang terlalu tua cenderung membuat wingko berminyak dan keras setelah dingin.
Kulit aris kelapa sebaiknya dikupas bersih sebelum diparut. Bagian ini kerap tertinggal dan memberi rasa getir halus yang mengganggu rasa manis legit kudapan.
Wajan Datar Berapi Kecil Ciptakan Lapisan Karamel
Pemanggangan menggunakan wajan datar atau teflon berapi kecil menghasilkan lapisan luar bernuansa cokelat keemasan. Proses ini memunculkan aroma karamel alami yang menggugah selera, tanpa perlu oven.
Api kecil penting agar bagian dalam wingko matang merata sebelum permukaannya gosong. Bila api terlalu besar, lapisan luar cepat menghitam sementara adonan di tengah masih mentah.
Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
- Tepung ketan putih: 250 gram
- Kelapa parut setengah tua: 300 gram, kupas bersih kulit arisnya
- Gula pasir: 150 gram, sesuaikan dengan tingkat kemanisan yang diinginkan
- Santan hangat: 100 ml
Empat bahan itu cukup untuk menghasilkan satu adonan rumahan. Santan hangat membantu gula larut lebih merata sehingga adonan tidak menggumpal saat dicampur.
Tak Perlu Melintas Antarkota
Wingko babat kini bisa dibuat siapa saja di dapur sendiri, termasuk warga Jambi yang jauh dari Semarang. Kudapan tradisional nusantara ini tetap punya tempat di meja rumah tangga karena bahannya mudah ditemukan di pasar lokal.
Hasil buatan sendiri juga memungkinkan penyesuaian rasa, mulai dari tingkat kemanisan hingga ketebalan adonan sesuai selera keluarga.