Pencarian

Pemerintah Pelajari Teknologi Grab dan OVO untuk Pemantauan Program MBG

Kamis, 15 Oktober 2026 • 16:38:31 WIB
Pemerintah Pelajari Teknologi Grab dan OVO untuk Pemantauan Program MBG
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Sekolah Khusus Negeri 01 Tangerang Selatan, Kamis (15/10/2026).

JAMBI — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menilai sistem digital Grab dan OVO berpotensi diadopsi Badan Gizi Nasional untuk memperkuat pemantauan program Makan Bergizi Gratis. Penjajakan itu muncul setelah ia meninjau langsung pelaksanaan MBG di Sekolah Khusus Negeri 01 Tangerang Selatan, Kamis (15/10/2026). Sampai sekarang belum ada keputusan resmi BGN soal penggunaan teknologi kedua perusahaan tersebut.

Grab Indonesia dan OVO menjalankan program MBG bersama Yayasan Inklusi Pelita Bangsa dengan dana CSR perusahaan. Program itu menyasar anak-anak berkebutuhan khusus dan sudah berjalan di Sekolah Khusus Negeri 01 Tangerang Selatan sejak April 2025.

Kunjungan ke Command Center Grab dan OVO

Angga Raka Prabowo menyempatkan diri melihat lebih jauh sistem teknologi yang dipakai Grab dan OVO lewat kunjungan ke command center perusahaan. Dari situ ia menilai ada beberapa bagian alur kerja yang relevan untuk kebutuhan Badan Gizi Nasional.

"Dari sisi teknologi mungkin apa yang bisa kita adopsi di teman-teman BGN. Tentunya dari sisi monitoring, dari sisi penyediaan makanan, teknologi yang bisa nantinya kita adopsi," ujar Wamenkomdigi saat meninjau Sekolah Khusus di Tangerang Selatan, Kamis (15/10/2026).

Pelaksanaan MBG yang ia saksikan sudah memakai teknologi digital di sejumlah titik. Mulai dari pemesanan menu oleh pihak sekolah, pengiriman makanan, hingga pelaporan ketika ditemukan kekurangan pada menu yang dikirim.

Jangkauan Program CSR Grab dan OVO

CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menyebut program yang dijalankan perusahaannya telah menjangkau ribuan murid di sejumlah wilayah. Angka itu jadi salah satu bukti kapasitas operasional Grab dan OVO di lapangan.

"Grab OVO sudah membantu sekitar 5.000 murid selama ini. Kami memberdayakan merchant-merchant di sekitar sekolah, sudah ada sekitar 40 merchant dan kami ada di 12 kabupaten," kata Neneng.

Pendanaan program berasal dari CSR perusahaan, bukan dari anggaran negara. Neneng menyebut langkah itu sebagai bentuk partisipasi swasta mendukung program prioritas pemerintah.

"Ini dana CSR dari perusahaan yang juga mau ikut aktif membantu pemerintah karena program MBG ini memang program yang sangat baik," ucapnya.

Status Adopsi Teknologi Masih Sebatas Kajian

Pernyataan Wamenkomdigi baru sebatas peluang untuk mempelajari dan mengadopsi teknologi yang relevan. Belum ada keterangan bahwa BGN telah memutuskan menggunakan sistem Grab dan OVO.

Posisi BGN sebagai pelaksana utama MBG membuat keputusan soal teknologi pemantauan ada di tangan lembaga tersebut. Kementerian Komunikasi dan Digital berperan sebagai pihak yang menjembatani kajian teknis.

Bagi pelaku usaha digital, sinyal ini membuka ruang diskusi soal pengadaan teknologi pemerintah. Platform ride-hailing dan dompet digital yang punya jaringan merchant luas berpotensi masuk ke rantai pasok program bantuan pangan berskala nasional.

Kepastian arah adopsi masih menunggu keputusan BGN. Yang jelas, pelaksanaan MBG di Tangerang Selatan akan terus berjalan dengan skema CSR sembari pemerintah menimbang opsi teknologi yang paling sesuai.

Follow jambitime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks