MENDALO — Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Jambi Sopyan menegaskan bahwa menjadi relawan menuntut semangat pengabdian, kepedulian, dan kesiapan mental dalam menghadapi berbagai situasi di masyarakat. Diklatsar Angkatan ke-25 ini digelar untuk membentuk relawan muda yang disiplin, tangguh, dan peduli terhadap sesama.
Kegiatan berlangsung di Ruang Seminar ICC3-1, Gedung Hexagonal UNJA. Hadir dalam pembukaan Komandan KSR PMI Unit UNJA Bima Rayuda, Ketua Pelaksana Diklatsar Angkatan ke-25 Imron Syakurozaga, para senior dan purnabakti KSR PMI Unit UNJA, serta perwakilan UKM di lingkungan UNJA.
Komposisi Peserta: 62 Perempuan, 8 Laki-laki
Dari 70 peserta yang mengikuti Diklatsar, mayoritas adalah mahasiswa perempuan dengan jumlah 62 orang. Sisanya 8 peserta laki-laki. Komposisi ini menempatkan perempuan sebagai kekuatan utama rekrutmen relawan KSR PMI Unit UNJA pada angkatan ke-25.
Materi yang diberikan mencakup pengetahuan dasar kepalangmerahan, keterampilan pertolongan pertama, dan pembentukan jiwa kemanusiaan. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang saling berkaitan sehingga peserta dituntut mengikuti dari awal hingga akhir.
Pesan Sopyan: Relawan Butuh Mental Kuat, Bukan Sekadar Kemauan
Sopyan mengingatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak cukup hanya dengan niat. Relawan harus siap diterjunkan ketika bencana dan situasi darurat terjadi.
"Saya berharap adik-adik yang mengikuti Diklatsar ini memiliki semangat yang tinggi dan mental yang kuat sebagai relawan. Pengabdian kepada masyarakat membutuhkan kepedulian dan kesiapan untuk membantu sesama, terutama ketika menghadapi bencana dan situasi darurat," ungkap Sopyan.
Ia juga mendorong peserta memanfaatkan Diklatsar sebagai kesempatan belajar dan mempersiapkan diri sebelum terjun ke lapangan.
Bima Rayuda Tekankan Kedisiplinan dan Kehadiran Penuh
Komandan KSR PMI Unit UNJA Bima Rayuda menyoroti pentingnya kesungguhan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan. Menurutnya, materi yang diberikan saling terkait sehingga kehadiran dan keseriusan menjadi kunci pemahaman.
"Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan Diklatsar dari awal hingga akhir dengan sungguh-sungguh. Materi yang diberikan saling berkaitan, sehingga kehadiran dan keseriusan peserta sangat penting agar seluruh ilmu yang disampaikan dapat dipahami dengan baik," ujar Bima.
Bima berharap Diklatsar Angkatan ke-25 menjadi langkah awal bagi peserta untuk berkembang menjadi anggota KSR PMI Unit UNJA yang aktif, berintegritas, dan bertanggung jawab dalam menjalankan kegiatan kemanusiaan, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Bekal untuk Aksi Sosial di Kampus dan Masyarakat
Melalui pelatihan ini, KSR PMI Unit UNJA menargetkan lahirnya relawan muda yang siap mendukung berbagai aksi sosial dan kemanusiaan. Keterampilan pertolongan pertama dan pengetahuan kepalangmerahan menjadi kompetensi dasar yang harus dikuasai setiap anggota baru.
Diklatsar Angkatan ke-25 menjadi tahap awal sebelum peserta terjun dalam kegiatan rutin KSR PMI Unit UNJA, termasuk aksi donor darah, siaga bencana, dan layanan kesehatan masyarakat.