MENDALO — Capaian lima penghargaan Universitas Jambi dari KMI Expo XVII dan KBMK 2026 tidak lahir dalam semalam. Prosesnya dimulai jauh sebelum para mahasiswa berdiri di panggung nasional, sejak gagasan diajukan, proposal diseleksi, hingga usaha yang dirintis mendapat pendampingan berbulan-bulan.
Pada 2026, sebanyak 179 proposal mahasiswa UNJA masuk ke seleksi internal P2MW. Dari jumlah itu, 14 proposal dinyatakan lolos seleksi internal. Enam tim kemudian memperoleh pendanaan P2MW di tingkat nasional, dan lima di antaranya berhasil melaju sebagai peserta KMI Expo XVII 2026.
Lima Tim UNJA yang Tembus Panggung Nasional
Kelima tim tersebut adalah TerraGrow, AREVITA, Sumber AI, ECOTIC, dan ECOPIL. Nama-nama tim inilah yang kemudian mengisi daftar peserta UNJA di ajang KMI Expo XVII di Banyumas.
Dari kelima tim itu, sejumlah penghargaan dibawa pulang. AREVITA meraih Juara II KMI Award kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan Tahap Awal. TerraGrow menyabet Juara Harapan III KMI Award kategori Budidaya Tahap Awal.
Di jalur kompetisi lain, HILI-TECH meraih Juara Harapan II Karya Tulis Ilmiah KBMK. Riskal Rinaldi membawa Juara Harapan II Stand Up Comedy. Satu penghargaan lagi, Juara II Kirab Budaya, melengkapi total lima capaian UNJA.
Rektor: Prestasi Harus Lahir dari Sistem, Bukan Kebetulan
Rektor UNJA, Helmi, menegaskan capaian mahasiswa harus dipandang sebagai hasil dari sistem pembinaan yang terus dibangun. Menurutnya, prestasi yang bergantung pada keberuntungan sulit diulang.
"Lima penghargaan ini tentu patut kita syukuri, tetapi yang lebih penting adalah sistem pembinaan yang melahirkannya. Kita tidak ingin prestasi mahasiswa hadir secara kebetulan atau musiman. Kita ingin membangun tradisi: mahasiswa dijaring, dibina, didampingi, diberi ruang, lalu diuji di tingkat nasional. Kalau sistemnya kuat, prestasi akan lebih mudah diulang," ujarnya.
Pola pembinaan yang dimaksud berjalan sejak mahasiswa mengajukan gagasan. Proposal yang masuk diseleksi dan disempurnakan, lalu mahasiswa yang lolos mendapat pendampingan untuk mengembangkan model usaha, memperkuat produk, memahami pasar, dan bersiap menghadapi tahapan penilaian berikutnya.
Rekam Jejak Tiga Tahun dan Tantangan Kuota Pendanaan
Perjalanan UNJA di ajang ini bergerak bertahap. Pada 2024, Moladambi menjadi Juara I nasional. Setahun berselang, UNJA membawa pulang tiga penghargaan. Memasuki 2026, jumlah tim yang menembus KMI Expo naik menjadi lima dengan total lima penghargaan dari KMI Expo dan KBMK.
Jumlah penerima pendanaan P2MW pada 2025 dan 2026 memang tidak sebesar periode sebelumnya. Kondisi itu berkaitan dengan terbatasnya kuota pendanaan nasional sebagai dampak efisiensi anggaran di tingkat kementerian.
Situasi tersebut mendorong UNJA mengalihkan penekanan pembinaan ke kualitas proposal, keberlanjutan usaha, dan kesiapan mahasiswa menghadapi kompetisi. Orientasinya bukan lagi memperbanyak proposal, melainkan memastikan gagasan yang terpilih punya peluang berkembang.
Kerja Bersama Satgas hingga Dosen Pembimbing
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNJA, Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H., menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai unsur di lingkungan universitas. Ia menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa, dosen pembimbing, Satgas P2MW, Tim Kerja Kemahasiswaan, dan fakultas.
"Saya mengapresiasi seluruh mahasiswa, dosen pembimbing, Satgas P2MW, Saudari Dr. Novita Ekasari beserta tim, Saudara M. Farhan dan jajaran, fakultas, serta semua pihak yang bekerja dari tahap awal hingga mahasiswa berdiri di panggung nasional. Tugas kita berikutnya adalah menjaga agar pembinaan seperti ini terus berkelanjutan," katanya.
Ketua Satgas P2MW UNJA 2026, Dr. Novita Ekasari, S.E., M.M., yang akrab disapa Buk Noe, menjadi salah satu penggerak proses pembinaan dari hulu ke hilir. Pendampingan tidak berhenti saat proposal mendapat pendanaan, tetapi berlanjut agar tim mampu meningkatkan kualitas usaha dan bersiap menghadapi tahapan penilaian berikutnya.