JAMBI — Biji salak berbahan dasar ubi jalar oranye ini menawarkan cita rasa manis legit dari karamelisasi gula merah, berpadu gurihnya santan kental yang harum pandan. Teksturnya kenyal, cocok disantap saat sore hari atau ketika cuaca sedang sejuk.
Selain rasanya yang menggugah selera, camilan ini juga praktis dibuat sendiri di rumah. Bahan-bahannya sederhana dan mudah ditemukan di warung maupun pasar tradisional.
Bahan Adonan Biji Salak
Adonan biji salak memerlukan ubi jalar oranye yang dikukus hingga empuk, lalu dihaluskan saat masih hangat. Ubi yang masih panas lebih mudah dihaluskan dan menghasilkan tekstur adonan yang halus.
- 500 gr ubi jalar oranye, kukus hingga empuk dan haluskan saat masih hangat
- 250 gr tepung sagu tani (bisa diganti tapioka)
- 100 ml air matang, tambahkan bertahap sesuai kelembapan adonan
- ½ sdt garam halus
Bahan Kuah Kental Gula Merah
Kuah gula merah menjadi kunci cita rasa legit pada sajian ini. Gunakan gula merah atau aren berkualitas yang disisir halus agar mudah larut saat dimasak.
- 300 gr gula merah/aren berkualitas, sisir halus
Mengapa Ubi Oranye Jadi Pilihan
Ubi jalar oranye dipilih karena warna alaminya yang menarik dan rasa manis yang khas. Kandungan beta-karoten pada ubi oranye juga menjadi nilai tambah dibanding ubi jenis lain.
Perpaduan tepung sagu tani memberi tekstur kenyal yang menjadi ciri khas biji salak. Tepung ini bisa diganti tapioka bila stok di dapur tidak tersedia.
Tips Membuat Adonan Tidak Mudah Pecah
Penambahan air matang dilakukan bertahap, tidak sekaligus. Tujuannya agar kelembapan adonan bisa disesuaikan dengan kondisi ubi yang dipakai.
Garam halus ditambahkan secukupnya untuk menyeimbangkan rasa manis pada kuah nanti. Setelah adonan kalis, bentuk bulatan kecil seukuran kelereng sebelum direbus.
Saat merebus, biji salak dianggap matang ketika mengapung ke permukaan air. Angkat dan tiriskan sebelum disajikan bersama kuah gula merah dan siraman santan.