JAMBI — Satbrimob Polda Jambi menyalurkan bantuan berupa sembako, masker, vitamin, serta oksigen murni ke Panti Asuhan Sosial Anak Al Mahri. Bantuan tersebut menyasar anak-anak panti asuhan yang masuk kategori kelompok rentan terhadap paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kegiatan bakti sosial bertajuk "Polisi Bersama Masyarakat" itu menjadi bagian dari upaya Polri mendekatkan diri ke warga di luar tugas pengamanan rutin. Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh personel Satbrimob Polda Jambi ke lokasi panti asuhan.
Mengapa Anak Panti Asuhan Jadi Prioritas Bantuan
Kabut asap karhutla tidak hanya berdampak pada gangguan aktivitas harian warga, tetapi juga memicu risiko kesehatan bagi kelompok yang daya tahan tubuhnya lebih lemah. Anak-anak, lansia, dan warga dengan kondisi khusus disebut paling berpotensi mengalami gangguan pernapasan saat kualitas udara memburuk.
Pemberian oksigen murni dalam paket bantuan menunjukkan perhatian khusus terhadap fungsi pernapasan anak-anak panti. Selain oksigen, vitamin dan masker disiapkan untuk menunjang perlindungan kesehatan harian mereka selama kabut asap masih berlangsung.
Pesan Kapolda Jambi di Balik Bantuan Sosial
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kelompok rentan perlu mendapat perhatian lebih saat kondisi udara terdampak karhutla.
"Bapak Kapolda Jambi menekankan agar seluruh jajaran Polri senantiasa hadir di tengah masyarakat, mengedepankan kepedulian, dan memberikan manfaat nyata. Melalui kegiatan ini, kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendukung kesehatan anak-anak di panti asuhan di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla," ungkap Erlan.
Erlan juga mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan. Dukungan dari berbagai pihak dinilai penting untuk mencegah karhutla meluas di Provinsi Jambi.
Penanganan Karhutla Tak Cukup Hanya Pemadaman Api
Menurut Erlan, penanganan karhutla membutuhkan perhatian terhadap dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat. Anak-anak, lansia, dan warga yang membutuhkan perlindungan khusus menjadi kelompok yang harus diprioritaskan dalam penanganan dampak kabut asap.
"Melalui kegiatan Polisi Bersama Masyarakat ini, kami berharap hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat serta semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh dalam menghadapi dampak karhutla," tutup Kabid Humas.
Bantuan sosial ini menjadi salah satu bentuk respons jajaran Polda Jambi terhadap kondisi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah. Polri menyatakan akan terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan karhutla sekaligus meringankan beban warga yang terdampak.