JAMBI — Hidangan berbahan dasar ayam ini berbeda dari olahan unggas pada umumnya. Aroma segar menyengat dari daun kemangi, daun jeruk, daun pandan, sereh, dan irisan daun kunyit menjadi penanda khas yang sulit ditiru masakan lain. Kelima daun itu ditambahkan di tahap akhir, bukan di awal, sehingga aromanya tidak hilang terbakar panas minyak.
Bahan Utama yang Perlu Disiapkan
Untuk porsi rumahan, siapkan 1 kg daging ayam yang dipotong menjadi 10–12 bagian. Lumuri potongan ayam dengan air perasan 1 buah jeruk nipis dan 1 sendok teh garam, lalu diamkan sebentar agar bau amisnya hilang sebelum dimasak.
Bumbu Halus: 10 Bawang Merah hingga 15 Cabai Rawit
Bumbu halusnya terdiri dari 10 butir bawang merah dan 5 siung bawang putih. Untuk level pedas, siapkan 10 buah cabai merah keriting dan 15 buah cabai rawit merah, lalu haluskan seluruh bahan hingga teksturnya lembut.
Mengapa Daun Penyegar Dimasukkan Terakhir
Daun kemangi, daun jeruk, daun pandan, sereh, dan irisan daun kunyit berfungsi sebagai penyegar aroma, bukan sekadar pelengkap. Memasukkannya di akhir proses memasak menjaga minyak atsiri di dalam daun tetap utuh. Efeknya, aroma segar menyengat langsung tercium saat hidangan disajikan dan membangkitkan selera makan.
Kombinasi Pedas Gurih yang Jadi Ciri Khas
Perpaduan cabai merah keriting dan cabai rawit merah menghasilkan pedas berlapis, sementara bawang merah dan bawang putih memberi dasar gurih. Sensasi itu yang membuat ayam woku dikenal luas sebagai salah satu sajian kebanggaan tanah Minahasa.
Bagi warga Jambi yang ingin mencoba masakan bercita rasa berbeda, ayam woku bisa jadi pilihan untuk menu harian. Bahan-bahannya mudah ditemukan di pasar tradisional, dan proses memasaknya tidak jauh berbeda dari ayam bumbu kuning yang biasa dimasak di rumah.