KERINCI — Aktivitas kegempaan Gunung Kerinci tidak menunjukkan peningkatan signifikan dalam evaluasi rutin dua mingguan terakhir. Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Kerinci, Irwan Safwan, menyebut aktivitas saat ini masih didominasi oleh gempa permukaan seperti hembusan low frekuensi.
"Aktivitas masih didominasi gempa permukaan seperti gempa hembusan low frekuensi, sekali-kali ada gempa tektonik yang terekam, kalau dilihat (hasil) evaluasi ya masih aman untuk saat ini," kata Irwan, Selasa (8/9/2026).
Asap Putih dari Kawah Dipengaruhi Air Tanah
Menanggapi hembusan asap putih yang terlihat dari kawah, Irwan menegaskan fenomena tersebut bukanlah tanda erupsi. Kemunculan asap itu justru dipicu oleh pengaruh air tanah di sekitar kawah.
"Kalau untuk asap itu ada saja, warnanya putih, itu tidak pengaruh, karena itu dipengaruhi air tanah, tidak erupsi, bukan. Secara umum gunung punya dapur sendiri, aktifnya tergantung dapur magma," ungkapnya.
Irwan juga memastikan aktivitas Gunung Kerinci tidak berkaitan langsung dengan gunung api aktif lain di sekitarnya. Setiap gunung memiliki sistem dapur magma yang terpisah dan bekerja secara independen.
126 Kali Gempa Hybrid Terekam dalam 24 Jam
Meski secara visual tidak teramati asap yang keluar dari kawah utama, hasil pemantauan seismik justru merekam dinamika aktivitas di dalam perut bumi. Cuaca di sekitar gunung terpantau cerah dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat laut pada periode Senin (7/9/2026) pukul 00.00 hingga 24.00 WIB.
Berdasarkan catatan PGA Kerinci, selama 24 jam terakhir terjadi 126 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 0,3–5,9 mm dan durasi 17,79–65,2 detik. Selain itu, terekam pula 28 kali gempa low frequency dengan amplitudo 0,3–0,8 mm.
Aktivitas lain yang terekam meliputi 19 kali gempa hembusan dengan amplitudo 0,2–3,3 mm serta satu kali gempa tektonik jauh beramplitudo 3,2 mm dengan durasi 69,1 detik. Suhu udara di sekitar gunung berkisar antara 15–25 derajat celsius dengan kelembaban 52–79 persen.
Secara visual, tubuh Gunung Kerinci terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. PVMBG mengimbau warga dan pendaki untuk tetap mematuhi rekomendasi resmi yang berlaku di kawasan gunung setinggi itu.