JAMBI — Polemik kepindahan Pratama Arhan ke Persija Jakarta memasuki babak baru. Yoyok Sukawi, CEO PSIS saat Arhan dilepas ke Tokyo Verdy pada awal 2022, menunjukkan bukti perjanjian tertulis yang disebutnya sebagai gentlemen's agreement.
Lewat akun Instagram pribadinya, Rabu (8/7/2026), Yoyok merespons pertanyaan publik soal keputusan Arhan bergabung dengan Persija. Ia menegaskan bahwa kepulangan Arhan ke Indonesia seharusnya berujung ke PSIS, bukan klub lain.
Isi Perjanjian Tertulis Arhan dengan PSIS
Menurut Yoyok, kesepakatan itu ditandatangani pada 21 Januari 2022. PSIS melepas Arhan secara gratis ke Tokyo Verdy meski kontrak pemain kelahiran Blora itu masih berlaku.
"Arhan boleh bebas berkarier ke luar negeri. Saya akan melepas dengan ikhlas tanpa kompensasi transfer satu rupiah pun," tulis Yoyok. "Apabila kontraknya di luar negeri telah selesai dan bermaksud berkarier kembali di Indonesia, Arhan wajib kembali ke PSIS Semarang."
Alasan PSIS Rela Lepas Gratis
Yoyok mengungkapkan, banyak klub lokal mengincar Arhan saat itu. Namun, PSIS menolak semua tawaran karena menjadikan Arhan sebagai pemain kunci di sisi kiri bersama Alfeandra Dewangga di kanan.
Keputusan melepas Arhan secara cuma-cuma ke Tokyo Verdy didasari misi pembinaan untuk Timnas Indonesia. "Klub merasa Arhan akan terus berkembang di Liga Jepang. Kami melepasnya karena memiliki misi pembinaan untuk kemajuan Timnas Indonesia," jelas Yoyok.
Dari Blora ke Jepang, Lalu Kembali ke Indonesia
Arhan meninggalkan PSIS pada awal 2022 setelah menjadi bintang Timnas Indonesia. Kecepatan, fisik prima, kaki kiri, dan spesialis lemparan ke dalam yang mematikan menjadi ciri khasnya. Kariernya di luar negeri berlanjut ke True Bangkok United sebelum akhirnya pulang ke Indonesia.
"Dalam hati kecil saya, saya masih ingin Arhan membela PSIS Semarang kembali," ujar Yoyok. Pria yang memimpin PSIS selama puluhan tahun itu berharap publik tidak keliru memahami perpindahan Arhan ke Persija.
Hingga berita ini diturunkan, Pratama Arhan maupun Persija Jakarta belum memberikan tanggapan resmi terkait perjanjian yang diungkap Yoyok Sukawi.