JAMBI — Wali Kota Jambi Maulana mengingatkan bahwa penguatan karakter generasi muda tidak bisa hanya menjadi tugas pemerintah semata. Ia menyebut para guru sebagai aktor strategis yang langsung berhadapan dengan proses pembentukan mental dan moral anak didik.
Pancasila sebagai Filter di Era Digital
Dalam sambutannya di acara yang mengusung tema "Meneguhkan Pancasila Sebagai Ideologi Negara Menuju Indonesia Raya", Maulana menyoroti dampak negatif kemajuan teknologi yang kerap menggerus nilai-nilai lokal. Ia menegaskan bahwa bangsa yang besar bukan hanya diukur dari kecanggihan teknologinya, melainkan juga dari kokohnya jati diri warganya.
"Pancasila harus tetap menjadi bintang penuntun agar generasi muda mampu menyaring setiap pengaruh, memanfaatkan ilmu pengetahuan dengan bijaksana, serta tetap menjunjung tinggi persatuan, toleransi, gotong royong, dan keadilan sosial," ujar Maulana.
Gotong Royong Jadi Modal Sosial Kota Jambi
Sebagai kota yang bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa, Maulana menilai nilai gotong royong harus terus diaktualisasikan dalam setiap program pembangunan. Ia mencontohkan program unggulan Pemkot Jambi, Kampung Bahagia, yang tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan fisik warga.
"Kota yang bahagia adalah kota yang masyarakatnya hidup dalam semangat persatuan, pemerintahnya melayani dengan adil, pemudanya kreatif dan berintegritas, serta seluruh warganya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bertindak," ungkapnya.
Pembekalan untuk Kepala Sekolah dan Guru Se-Jambi
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala BPIP RI, Prof. Drs. K. H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., yang membuka acara dengan pemukulan gong. Turut hadir sebagai narasumber Deputi Bidang Pengkajian dan Materi BPIP, Dr. Surahno, S.H., M.H., serta Kepala Pusat Perbukuan pada Badan Standar, Kurikulum, Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Supriyanto, S.Pd., M.A.
Maulana mengapresiasi kehadiran para narasumber yang dinilainya telah memberikan pembekalan konkret bagi kepala sekolah dan guru di Provinsi Jambi. Ia berharap materi yang disampaikan bisa langsung diterapkan di lingkungan sekolah masing-masing.
"Mari kita mulai dari hal-hal sederhana, yaitu menghargai perbedaan, mengutamakan musyawarah, menjaga persatuan, disiplin, jujur, dan peduli terhadap sesama," katanya.