JAMBI — UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi berhasil menembus papan atas pemeringkatan nasional. Dalam ajang Halal Metric UB 2026, kampus Islam negeri ini duduk di peringkat ke-10 dengan predikat Tembaga untuk indikator kebijakan kelembagaan.
Apa yang Dinilai dalam Halal Metric UB?
Halal Metric UB adalah sistem pemeringkatan yang mengukur sejauh mana perguruan tinggi mengimplementasikan ekosistem halal. Salah satu indikator utamanya adalah kebijakan institusi yang mendukung tata kelola, pendidikan, dan budaya halal.
Capaian ini menempatkan UIN STS Jambi setara dengan UIN Antasari Banjarmasin. Sementara itu, predikat Emas diraih oleh lima kampus, yakni UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Apresiasi Rektor: Hasil Kerja Sivitas Akademika
Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., menyambut baik pencapaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi seluruh sivitas akademika, khususnya Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) UIN STS Jambi.
"Alhamdulillah, prestasi ini merupakan buah dari kerja keras seluruh sivitas akademika, terutama LP3H UIN STS Jambi. Masuk dalam 10 besar PTKI terbaik pada Halal Metric UB 2026 menunjukkan komitmen kampus dalam membangun tata kelola yang mendukung penguatan ekosistem halal sudah berada di jalur yang tepat," ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Target ke Depan: Bersaing di Level Internasional
Prof. Kasful menegaskan, penghargaan ini bukan sekadar kebanggaan. Menurutnya, ini menjadi motivasi untuk terus membenahi tata kelola di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
"Kami berkomitmen meningkatkan seluruh indikator Halal Metric agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Harapannya, budaya halal dapat semakin terintegrasi dalam seluruh aktivitas akademik dan kelembagaan di lingkungan kampus," tambahnya.
Ke depan, UIN STS Jambi akan memperkuat kebijakan yang selaras dengan pengembangan industri halal nasional. Langkah ini diyakini akan memperkokoh posisi kampus sebagai salah satu pusat pengembangan ekosistem halal di Sumatra.