JAMBI — Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. Kasful Anwar, menandatangani nota kesepahaman dengan Vice President for International Affairs Krirk University, Prof. Dr. Jaran Maluleem, di sela forum akademik di Jakarta pekan lalu. Kerja sama ini mencakup empat bidang utama: penelitian bersama, forum ilmiah, pengabdian masyarakat, dan pertukaran dosen serta mahasiswa.
Mengapa Krirk University Menjadi Mitra Strategis?
Bagi UIN Jambi, Krirk University bukan sekadar kampus umum. Melalui International Islamic College Bangkok (IICB), universitas ini memiliki konsentrasi kuat pada pengembangan ekosistem industri halal. Sektor ini dinilai potensial mengingat pasar halal global yang terus tumbuh.
“Kita belum mempunyai kerja sama dengan kampus di Bangkok, apalagi kampus ini mempunyai concern dalam bidang halal industri. Kita perlu melakukan kerja sama yang mendalam dengan kampus Krirk University,” ujar Kasful Anwar dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Mahasiswa Thailand Jadi Target Utama Pertukaran
Hubungan UIN Jambi dengan Thailand sebenarnya sudah berjalan. Saat ini, tercatat sepuluh mahasiswa asal Negeri Gajah Putih menempuh studi di kampus tersebut. Mereka merupakan kelompok mahasiswa asing terbesar kedua di UIN Jambi.
Dengan kerja sama baru ini, angka itu ditargetkan naik signifikan. Program student and staff exchange menjadi salah satu skema utama yang akan dijalankan. Kedua pihak sepakat untuk memperluas akses mobilitas bagi dosen dan mahasiswa agar mendapatkan eksposur global.
Konferensi Internasional sebagai Langkah Awal
Pasca-penandatanganan, Krirk University langsung memberikan tawaran konkret. Dekan IICB, Dr. Sarawut Laesan, mengundang delegasi UIN Jambi untuk hadir dalam konferensi internasional yang akan digelar bulan depan.
“Bulan depan kami ada konferensi internasional yang selalu dihadiri lebih dari 2.000 peserta. Kami akan sangat senang jika UIN dapat menghadiri kegiatan tersebut, baik sebagai pemateri atau peserta,” ungkap Sarawut Laesan.
Skema Tri Dharma Jadi Fondasi Kolaborasi
Seluruh agenda kerja sama ini dibingkai dalam skema Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mulai dari eksplorasi peluang riset bersama, partisipasi dalam forum ilmiah, hingga pengabdian kepada masyarakat atau community engagement. Kedua kampus berbasis Islam ini berharap dapat mencetak lulusan yang mampu bersaing di kancah regional Asia Tenggara.