MUARO JAMBI — Ratusan orang tua tak kuasa menahan haru saat menyaksikan putra-putri mereka menerima penghargaan kelulusan di Ponpes Nurul Arifin, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu kemarin. Wisuda Akbar ke-5 ini menjadi puncak perjuangan 357 santri yang telah menyelesaikan pendidikan, mulai dari hafalan Al-Qur’an hingga 30 juz maupun wisuda kitab.
Dukungan Pemprov Jambi untuk Pendidikan Pesantren
Hesnidar Haris dalam sambutannya menekankan bahwa momen wisuda bukan sekadar seremoni, melainkan kebanggaan bagi keluarga besar pesantren. “Raut wajah bangga dan mata yang berkaca-kaca dari para orang tua menunjukkan betapa besar rasa syukur mereka saat melihat anak-anaknya menerima penghargaan,” ujarnya.
Ia menegaskan, TP PKK Provinsi Jambi akan terus bersinergi dengan lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren, dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. “Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan santri yang diwisuda, mulai dari hafalan Al-Qur’an hingga 30 juz maupun wisuda kitab. Ini menjadi kebanggaan bagi orang tua dan masyarakat,” tambah Hesnidar.
Apresiasi Bupati Muaro Jambi atas Peran Ponpes
Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno turut memberikan apresiasi terhadap kontribusi Ponpes Nurul Arifin dalam membina generasi muda. Menurutnya, pendidikan pesantren menjadi pilihan tepat di tengah derasnya arus teknologi. “Pendidikan agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan keagamaan,” kata Bambang.
Acara yang berlangsung di Jalan Nes, Dusun Leban Keras RT 17, Kelurahan Pijoan ini juga dihadiri oleh Anggota DPR RI Hasan Basri Agus, Imam Besar Masjid Agung Al-Falah Jambi Umar Yusuf, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.
Komitmen Ponpes: Amanah yang Terus Dijaga
Pengasuh Ponpes Nurul Arifin, KH Zainul Arifin, menyampaikan rasa terima kasih kepada para orang tua dan donatur yang telah memberikan kepercayaan kepada pihaknya. “Kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk mendidik putra-putri bapak dan ibu menjadi amanah yang sangat berharga serta memberikan semangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren,” ucapnya.
Ia juga meminta maaf apabila selama proses pendidikan terdapat kekurangan. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas kerja sama demi kemajuan umat dan bangsa,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, Hesnidar Haris juga secara simbolis menyerahkan buku laporan pendidikan kepada sejumlah santriwati Ponpes Nurul Arifin. Wisuda Akbar ke-5 ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan lembaga pendidikan Islam dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak. (*)