JAMBI — Memasuki pertengahan Juni, harga seluruh produk BBM Pertamina di Provinsi Jambi dan wilayah Sumbagsel lainnya belum berubah. Keputusan ini mengacu pada penetapan tarif yang sudah diberlakukan sejak awal bulan, tanpa ada pemberitahuan resmi dari Pertamina mengenai koreksi harga baru.
Tarif Pertamax dan Pertalite per 18 Juni 2026
Untuk kawasan Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung, berikut rincian harga BBM yang berlaku:
- Pertalite (subsidi): Rp 10.000 per liter
- Biosolar Subsidi: Rp 6.800 per liter
- Pertamax (nonsubsidi): Rp 16.650 per liter
- Pertamax Pertashop: Rp 16.550 per liter
- Pertamax Turbo: Rp 21.200 per liter
Harga ini sama persis dengan posisi awal Juni 2026. Tidak ada perubahan signifikan yang mempengaruhi biaya operasional pengendara di daerah tersebut.
Mengapa Harga BBM Nonsubsidi Belum Turun?
Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Turbo pada awal Juni lalu sempat menjadi perbincangan di kalangan pengguna kendaraan pribadi. Banyak yang berharap adanya penyesuaian harga mengikuti tren harga minyak dunia. Namun, hingga pertengahan bulan ini, Pertamina masih mempertahankan tarif yang sama. Belum ada pernyataan resmi dari pihak Pertamina mengenai penyebab stabilitas harga ini, apakah terkait dengan fluktuasi nilai tukar rupiah atau harga minyak mentah global.
Apa Dampaknya bagi Pengendara di Jambi?
Bagi warga Jambi yang menggunakan Pertalite, harga Rp 10.000 per liter masih terbilang stabil dan tidak membebani anggaran harian. Namun, pengguna Pertamax harus merogoh kocek lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya. Dengan harga Rp 16.650 per liter, selisihnya cukup terasa bagi mereka yang setiap hari menempuh jarak jauh, seperti pengemudi ojek online atau sopir angkutan kota.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari Pertamina melalui aplikasi MyPertamina atau SPBU terdekat, karena perubahan harga biasanya diumumkan pada awal bulan atau saat ada kebijakan baru dari pemerintah pusat.