JAMBI — Sebanyak lima kelompok besar gajah betina dan satu gajah jantan dewasa di lanskap Bukit Tigapuluh kini terpantau lewat teknologi satelit. Kepala BKSDA Jambi Himawan Sasongko mengatakan pemasangan GPS collar merupakan salah satu instrumen penting dalam pengelolaan satwa liar di provinsi itu.
Mengapa Hanya Gajah Pemimpin yang Dipasangi Alat?
BKSDA Jambi tidak memasang alat pelacak ke semua gajah. Berdasarkan pola perilaku, pergerakan kelompok sangat ditentukan oleh pemimpinnya. Karena itu, petugas memilih satu gajah betina pemimpin dari masing-masing kelompok untuk dipasangi GPS collar.
"Pemasangan GPS sebenarnya salah satu instrumen saja untuk memudahkan monitoring pergerakan gajah, karena gajah hidupnya berkelompok, makanya kita petakan dulu, kira-kira ada berapa kelompok di lanskap Bukit Tigapuluh," kata Himawan di Jambi, Selasa.
Satu Gajah Jantan Juga Dipantau Terpisah
Selain gajah betina, satu gajah jantan dewasa juga mendapatkan alat serupa. Hal ini dilakukan karena pejantan memiliki karakteristik berbeda: sering memisahkan diri dari kelompok induknya.
Dengan memantau pergerakan pejantan, BKSDA berharap bisa mendeteksi lebih dini potensi pergerakan ke luar kawasan hutan yang berbatasan dengan permukiman atau perkebunan warga.
Populasi Gajah di Bukit Tigapuluh Diperkirakan 120 Ekor
BKSDA Jambi memperkirakan saat ini terdapat sekitar 120 ekor gajah sumatera yang tersebar di sejumlah titik di Provinsi Jambi. Bentang alam Bukit Tigapuluh menjadi habitat dengan populasi terbesar.
"Intinya memudahkan kita monitoring, kemudian membangun sistem peringatan dini, dan pencegahan interaksi negatif," tutup Himawan.
Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Konflik dan Perburuan
Teknologi ini tidak hanya digunakan untuk melacak pergerakan harian gajah. BKSDA Jambi juga mengaktifkan sistem peringatan dini yang bisa memberi sinyal jika satwa mendekati lokasi rawan konflik. Selain itu, keberadaan GPS collar membantu petugas memantau area yang dianggap rawan terhadap perburuan liar yang membahayakan keselamatan gajah.
Pemasangan GPS collar di Bukit Tigapuluh menjadi bagian dari upaya berkelanjutan menjaga populasi gajah sumatera yang terancam punah di Pulau Sumatera.