SEMARANG — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengingatkan bahwa organisasi tidak akan maju tanpa tata kelola yang baik. Pesan itu ia sampaikan di hadapan 105 kader Banser yang mengikuti SUSBANPIM Angkatan VIII di Pusdik Binmas Lemdiklat Polri, Kabupaten Semarang.
Tiga Pilar Tata Kelola Organisasi Versi Menteri Nusron
Dalam paparannya, Nusron memaparkan tiga hal utama yang menjadi inti dari konsep good governance. Pertama, disiplin. Kedua, pembagian tugas yang jelas. Ketiga, konsistensi antara rencana dan tindakan.
"Kalau kita bicara good governance dan tata kelola, teorinya banyak, tapi intinya ada tiga. Pertama disiplin, kedua pembagian tugas yang jelas, dan ketiga lakukan apa yang ditulis serta tulis apa yang bisa dilakukan," ujar Menteri Nusron di lokasi acara, Kamis.
Jangan Biarkan Kekuasaan Berpusat pada Satu Orang
Nusron juga menyoroti pentingnya pendelegasian kewenangan atau delegation of authority. Menurutnya, distribusi kewenangan yang sehat akan membuat organisasi tidak bergantung pada satu figur pemimpin saja.
"Prinsipnya, tidak boleh kekuasaan berpusat di satu orang, dibagi masing-masing agar semuanya memegang peranan. Misal pimpinan pusat memberikan guidance atau petunjuk. Di bawahnya ada kewenangan masing-masing cabang," jelas Nusron.
Ia menambahkan, sistem, standar operasional prosedur (SOP), serta mekanisme pengawasan dan pelaporan yang tertata menjadi syarat mutlak. "Tata kelola itu sebetulnya aturan main, good governance, corporate governance. Jangan mimpi organisasi maju kalau tidak punya tata kelola yang baik," tegasnya.
Kesepakatan Bersama untuk Hindari Konflik Kepentingan
Di hadapan para kader, Nusron menekankan pentingnya membangun kesepahaman bersama mengenai arah dan prioritas organisasi. Hal ini dinilai menjadi kunci untuk menciptakan sistem yang solid dan terhindar dari konflik kepentingan.
"Ketika masuk dalam satu komunitas organisasi, maka yang paling penting adalah apa yang didahulukan dalam kepentingan organisasi. Tentunya kepentingan pertama adalah kepentingan negara dan agama, kemudian kepentingan organisasi, baru kepentingan individu. Kata kuncinya adalah kita mencari kemanfaatan untuk kebesaran organisasi," pungkas Menteri ATR/Kepala BPN.
Kegiatan SUSBANPIM Angkatan VIII ini berlangsung selama enam hari, mulai Selasa hingga Sabtu, 12-17 Mei 2026.