KERINCI — Banjir bandang yang menerjang lima desa di Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, pada Rabu (20/5) sore, langsung direspons cepat oleh jajaran pemerintah daerah. Kepala Dinas PUPR Kerinci, Ir. Maya Noveri Handayani, bersama tim BPBD langsung turun ke lokasi terdampak untuk melakukan peninjauan dan penanganan awal.
Yang menarik perhatian warga, Maya diketahui masih melakukan peninjauan kondisi jalan di Desa Renah Pemetik sekitar pukul 16.00 WIB. Begitu menerima laporan bencana, ia langsung bergerak menuju Tanjung Pauh tanpa menunggu instruksi lebih lanjut.
Respons Cepat di Tengah Efisiensi Anggaran
Langkah sigap kepala dinas itu pun menuai apresiasi dari masyarakat. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku salut dengan kinerja sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tetap menunjukkan kepedulian meski dalam kondisi efisiensi anggaran.
“Kami salut dengan kinerja beberapa kepala SKPD, terutama Kadis PUPR. Beliau selalu tanggap dan cepat merespons persoalan masyarakat meski dalam kondisi efisiensi anggaran,” ujarnya.
Air dari Perbukitan Masuk ke Permukiman
Saat dikonfirmasi Rabu malam, Maya Noveri Handayani mengatakan pihaknya bersama pemerintah kecamatan telah melakukan penelusuran terhadap titik aliran air yang memicu banjir bandang. Debit air yang cukup besar berasal dari kawasan perbukitan dan masuk ke permukiman warga.
“Dari hasil peninjauan sementara, debit air yang cukup besar berasal dari kawasan perbukitan dan masuk ke permukiman warga. Kami masih menyelusuri titik penyebab utama agar bisa segera dilakukan langkah penanganan,” kata Maya.
Dinas PUPR, lanjutnya, akan segera melakukan kajian teknis guna menentukan solusi jangka pendek maupun jangka panjang agar bencana serupa tidak kembali terjadi saat intensitas hujan tinggi.
Musyawarah dengan Kepala Desa Sebelum Eksekusi
Camat Danau Kerinci Barat, Noverman Nurdin, menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan akan terlebih dahulu menggelar musyawarah bersama para kepala desa dan tokoh masyarakat sebelum mengambil tindakan di lapangan.
“Besok kita akan duduk bersama dengan para kepala desa dan tokoh masyarakat untuk membahas langkah penanganan. Setelah ada kesepakatan bersama, baru dilakukan tindakan atau eksekusi di lapangan,” katanya.
Sementara itu, warga berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret. Banjir yang datang secara tiba-tiba tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menyebabkan sejumlah rumah warga terendam dengan ketinggian air yang cukup tinggi.