JAMBI — Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, S.H., M.H., menyampaikan bahwa perjuangan saat ini tidak lagi mengandalkan kekuatan fisik, melainkan perjuangan intelektual. Hal itu ia tegaskan usai memimpin upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2026 di Lapangan Kantor Gubernur Jambi, Rabu (20/5/2026) pagi.
"Saat ini ada perbedaan dalam perjuangan, dimana saat ini ada perjuangan informasi. Posisinya sekarang sudah dalam perjuangan dalam rangka menguasai transformasi digitalisasi dan sangat penting adalah bagaimana menguasai transformasi dan digitalisasi," ujar Sekda Sudirman di hadapan awak media.
Menurutnya, tantangan ke depan bagi generasi muda adalah memberikan kontribusi nyata melalui penguasaan teknologi digital. Hal ini dinilai menjadi kunci untuk menghadapi persaingan global dan memperkuat kedaulatan bangsa.
Dukungan Penuh untuk Program Asta Cita Nasional
Dalam kesempatan yang sama, Sekda Sudirman juga menyatakan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jambi terhadap program nasional yang tertuang dalam Asta Cita. Ia menyebut sejumlah program prioritas yang harus didukung bersama.
"Bagian penting disampaikan Ibu Menteri bahwa tidak lepas dari upaya bersama dalam mewujudkan Asta Cita untuk merealisasikan program nasional yaitu Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang merupakan program nasional yang harus di support. Kita Pemerintah Provinsi Jambi siap untuk mendukung program tersebut," tegasnya.
Semangat 1908: Dari Kedaulatan Teritorial ke Kedaulatan Informasi
Sebelumnya, Sekda Sudirman membacakan sambutan tertulis dari Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid. Dalam sambutannya, Menteri Komdigi mengingatkan bahwa 20 Mei 2026 merupakan momentum fundamental yang merujuk pada berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908.
"Sejarah mencatat bahwa peristiwa tersebut adalah 'fajar menyingsing' bagi kesadaran berbangsa, dimana kaum terpelajar pribumi mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui sekat-sekat kedaerahan yang selama berabad-abad menjadi titik lemah perjuangan," ungkap Menteri Komdigi dalam sambutan yang dibacakan Sekda.
Menteri Komdigi menambahkan bahwa semangat 1908 merupakan tonggak transformasi dari perlawanan fisik menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik. Secara filosofis, Kebangkitan Nasional merupakan proses dinamis yang bersifat mutatis mutandis, menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
"Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan. Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital," lanjutnya.
Program Strategis untuk Fondasi Generasi Masa Depan
Menteri Komdigi juga menyoroti sejumlah program strategis di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Program-program tersebut dinilai menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat dan membangun fondasi generasi masa depan.
"Kita melihat Program Makan Bergizi Gratis kini telah berjalan secara masif di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia untuk membangun fondasi fisik generasi masa depan. Langkah ini diperkuat dengan pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah-wilayah afirmasi, termasuk perbaikan mutu guru dan penyediaan beasiswa, guna memutus ketimpangan kualitas SDM," jelasnya.
Di sektor kesehatan, pemerintah menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis yang masif untuk memastikan perlindungan medis yang adil dan merata. Sementara itu, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diarahkan menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat desa.
"Kedaulatan pangan, kesehatan, dan pendidikan kini sedang kita bangun sebagai satu ekosistem kesejahteraan yang utuh. Upaya kesejahteraan rakyat juga diperkuat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diarahkan menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat desa," pungkasnya.