JAKARTA — Pasar modal Indonesia memulai pekan ini dengan tekanan berat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung jatuh ke zona merah sedalam 2,06 persen, sementara nilai tukar rupiah terus merosot mendekati level psikologis Rp 17.700 per dolar AS.
Pada perdagangan preopening, IHSG sebenarnya sudah menunjukkan sinyal negatif dengan terkoreksi 94,344 poin (1,40 persen) di level 6.628,976. Namun, tekanan jual semakin deras begitu bel pembukaan dibunyikan, mendorong indeks ke posisi 6.584,762.
Di pasar uang, data Bloomberg pada pukul 09.00 WIB mencatat rupiah berada di Rp 17.630 per dolar AS. Pelemahan 33 poin atau 0,19 persen ini memperpanjang tren negatif mata uang Garuda yang sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.
Bursa Asia Kompak Merah, China Jadi Satu-satunya Penghijau
Tekanan jual tidak hanya terjadi di Indonesia. Mayoritas bursa Asia pagi ini juga bergerak di teritori negatif, mengindikasikan sentimen risk-off yang melanda kawasan.
Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat menjadi yang terburuk dengan koreksi 625,902 poin atau 1,02 persen ke level 60.783,398. Disusul oleh indeks Hang Seng di Hong Kong yang turun 274,500 poin (1,06 persen) ke 25.688,230.
Sementara itu, indeks Straits Times di Singapura melemah 16,089 poin (0,32 persen) ke 4.972,990. Satu-satunya bursa yang masih mampu bertahan di zona hijau adalah indeks SSE Composite di China, yang mencatat kenaikan tipis 2,399 poin (0,06 persen) ke level 4.137,790.
Fakta Singkat Pergerakan Pasar Pagi Ini
- IHSG: Dibuka turun 138,558 poin (2,06%) ke 6.584,762.
- Rupiah: Melemah 33 poin (0,19%) ke Rp 17.630 per dolar AS.
- Bursa Asia: 4 dari 5 indeks utama tercatat merah, dengan Nikkei turun paling dalam (-1,02%).
Pelemahan IHSG dan rupiah di awal pekan ini menjadi perhatian pelaku pasar. Para analis masih menunggu katalis positif baik dari faktor eksternal maupun kebijakan domestik untuk mengembalikan kepercayaan investor.