Pencarian

Rupiah Tembus Rp17.395, Cek Kurs Terbaru di BCA BRI Mandiri BNI

Senin, 11 Mei 2026 • 10:40:24 WIB
Rupiah Tembus Rp17.395, Cek Kurs Terbaru di BCA BRI Mandiri BNI
Rupiah melemah ke level Rp17.395 per dolar AS pada perdagangan terbaru.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali tertekan dan menyentuh Rp17.395. Pelemahan ini langsung mendorong bank-bank utama seperti BCA, BRI, Mandiri, dan BNI memperbarui kurs jual dan beli valas mereka.

JAKARTA — Rupiah kembali tertekan dan menembus level psikologis Rp17.395 per dolar AS pada perdagangan terbaru. Posisi ini menunjukkan tekanan berkelanjutan terhadap mata uang Garuda di tengah dinamika ekonomi global.

Kurs Dolar di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Hari Ini

Merespons pelemahan tersebut, bank-bank BUMN dan swasta memperbarui daftar kurs jual dan beli. Berikut kurs dolar AS yang berlaku di empat bank utama:

  • BCA: Kurs jual Rp17.450, kurs beli Rp17.200
  • Mandiri: Kurs jual Rp17.465, kurs beli Rp17.175
  • BNI: Kurs jual Rp17.455, kurs beli Rp17.190
  • BRI: Kurs jual Rp17.460, kurs beli Rp17.185

Selisih antara kurs jual dan beli menjadi biaya transaksi yang ditanggung nasabah. Angka ini bisa berbeda tipis tergantung kebijakan harian setiap bank.

Mengapa Rupiah Kembali Tertekan?

Pelemahan rupiah terjadi seiring menguatnya indeks dolar AS di pasar global. Sentimen pasar masih dibayangi data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan, memperkuat spekulasi suku bunga acuan Federal Reserve tetap tinggi lebih lama.

Di sisi domestik, pelaku pasar mencermati data fundamental ekonomi Indonesia. Aliran modal asing yang keluar dari pasar obligasi dan saham turut menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dalam sepekan terakhir.

Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

Bagi masyarakat yang berencana bepergian ke luar negeri atau bertransaksi dalam dolar AS, kondisi ini berarti biaya lebih mahal. Sementara itu, importir bahan baku harus menekan margin keuntungan jika tidak diimbangi efisiensi.

Bank Indonesia terus melakukan intervensi di pasar valas dan pasar Surat Berharga Negara (SBN) untuk menjaga stabilitas rupiah. Pasar masih menunggu langkah kebijakan lanjutan dari otoritas moneter.

Bagikan
Sumber: finansial.bisnis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks