IHSG Turun 0,80% ke 5.057, Asing Jual Bersih Rp172,43 Miliar

Penulis: Rizal Hamdani  •  Senin, 02 November 2026 | 09:07:01 WIB
Pergerakan IHSG ditutup melemah 0,80% ke level 5.057,05 pada perdagangan Jumat (30/10).

JAMBI — Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 0,80% ke level 5.057,05 pada perdagangan Jumat (30/10), dengan sembilan dari 11 sektor berakhir di zona merah. Tekanan datang dari saham energi dan material, sementara investor asing mencatat penjualan bersih Rp172,43 miliar di pasar reguler. Di tengah koreksi indeks, sejumlah emiten justru membukukan kinerja kuartal III 2026 yang solid.

Bursa Efek Indonesia mencatat transaksi jual bersih asing senilai Rp172,43 miliar di pasar reguler dan Rp140,27 miliar di seluruh pasar. Sektor transportasi menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 3,13%, sedangkan sektor kesehatan satu-satunya yang menguat 0,76%.

Saham ASII naik 2,35%, BBCA menguat 0,81%, dan BBNI menanjak 2,47% menjadi penopang utama indeks. Di sisi lain, BYAN turun 4,19%, BREN terkoreksi 6,99%, dan BRPT melemah 6,96% menjadi beban terbesar IHSG.

Bursa Wall Street Ikut Terkoreksi

Tekanan tidak hanya terjadi di pasar domestik. Dow Jones turun 1,09% ke level 51.770, S&P 500 melemah 1,82% ke 7.580, dan Nasdaq terkoreksi 2,86% ke level 25.436.

Mulai 2 November, BEI menerapkan kebijakan pengecualian saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dari perhitungan IHSG. Aturan baru berpotensi mengubah komposisi dan bobot saham dalam indeks. ETF EIDO turun 1,19%, sedangkan indeks MSCI Indonesia masih naik 0,10%.

GOTO Cetak Laba Rp441 Miliar di Kuartal III

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membukukan laba bersih Rp441,00 miliar pada kuartal III 2026, menandai laba tiga kuartal berturut-turut. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, GOTO berbalik untung Rp1,16 triliun dari sebelumnya rugi Rp776,00 miliar pada periode sama tahun lalu.

GoPay menjadi mesin pertumbuhan utama. Pendapatannya naik 49% secara tahunan menjadi Rp2,30 triliun, dengan laba operasional inti melonjak 304% menjadi Rp550,00 miliar. Kontribusi GoPay melampaui bisnis on-demand Gojek dan Tokopedia.

Pengguna aktif bulanan GoPay tumbuh 26% menjadi 30,40 juta, volume transaksi naik 86% menjadi 2,80 miliar, dan nilai transaksi inti meningkat 96% menjadi Rp187,00 triliun. Total pinjaman yang disalurkan mencapai Rp12,05 triliun.

Pendapatan bersih konsolidasi GOTO tumbuh 17% secara tahunan menjadi Rp5,60 triliun. Perseroan menaikkan target laba operasional inti 2026 menjadi Rp3,50 triliun-Rp3,70 triliun dari sebelumnya Rp3,20 triliun-Rp3,40 triliun.

WIFI: Pendapatan Melonjak 192% Ditopang FTTH

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) membukukan pendapatan Rp2,96 triliun pada sembilan bulan pertama 2026, tumbuh 192% secara tahunan. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 83,87% menjadi Rp478,22 miliar dari Rp260,09 miliar.

EBITDA melesat 288% menjadi Rp1,74 triliun, mengangkat margin EBITDA 14,6 poin persentase menjadi 58,6%. Bisnis fiber-to-the-home (FTTH) menjadi pendorong utama dengan pendapatan naik 766% menjadi Rp1,61 triliun.

Layanan fixed wireless access (FWA) melalui IRA-Internet Rakyat menyumbang Rp163,50 miliar sejak peluncuran komersial akhir Februari 2026. Pada kuartal III 2026 saja, pendapatan FWA mencapai Rp139,60 miliar atau melonjak 491% dibanding kuartal sebelumnya.

Hingga akhir 2026, Surge menargetkan sekitar 5.500 site FWA dan 3,5 juta homes passed FTTH, naik dari lebih dari 2.000 site FWA dan 3,2 juta homes passed per 30 September 2026. Fokus perseroan bergeser dari ekspansi jaringan ke percepatan aktivasi pelanggan.

PTPS Bagikan Dividen Interim Rp2 per Saham

PT Pulau Subur Tbk (PTPS) menetapkan dividen tunai interim tahun buku 2026 sebesar Rp2 per saham, dengan total pembagian Rp4,34 miliar. Keputusan mengikuti laba bersih sembilan bulan pertama 2026 sebesar Rp25,56 miliar, tumbuh 7,56% secara tahunan.

Dividen interim setara dividend payout ratio 16,96% terhadap laba bersih 9M26. Pada perdagangan Jumat (30/10), saham PTPS ditutup di Rp127 per saham, sehingga dividen Rp2 per saham mencerminkan dividend yield 1,57%.

Cum date dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan 5 November 2026, dengan pembayaran dijadwalkan 18 November 2026.

Rekomendasi Saham

  • NPGF: Buy 45-47, target 48-50, stop loss 42
  • TINS: Buy 3630-3650, target 3720-3800, stop loss 3420
  • PTBA: Buy 3210-3230, target 3280-3330, stop loss 3060
  • AADI: Buy 11350-11400, target 11675-11875, stop loss 10850
  • DKFT: Buy 640-650, target 660-670, stop loss 61

Segala analisis dan rekomendasi saham bersifat informatif, bukan ajakan untuk membeli atau menjual.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top