Vince Staples Rilis Album Crybaby, Sebut Hip-Hop Tak Punya Aturan Baku

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:37:31 WIB
Rapper Vince Staples tampil membawakan materi album Crybaby bersama bandnya dalam sesi The Rolling Stone Residency di Cherry Lane Theatre, New York.

JAMBI — Vince Staples merilis album baru bertajuk Crybaby yang membawa energi punk, funk, dan jazz dalam satu paket produksi. Dalam sesi wawancara langsung di Cherry Lane Theatre, New York, rapper asal Long Beach itu menyebut hip-hop tidak memiliki aturan baku. Album ini disebut-sebut sebagai proyek paling eksperimental dalam kariernya sejauh ini.

Vince Staples membawa pendekatan berbeda dalam album Crybaby. Proyek tersebut memadukan elemen punk, funk, dan jazz ke dalam fondasi rap yang selama ini melekat pada dirinya. Staples tetap merapal lirik dengan gaya khasnya yang tenang namun tajam.

Pernyataan soal kebebasan berkreasi itu muncul dalam sesi The Rolling Stone Residency, format wawancara langsung yang digelar di Cherry Lane Theatre, New York. Dalam forum tersebut, Staples mempertanyakan asumsi di balik pertanyaan yang diajukan kepadanya, bukan sekadar menjawab.

Perjalanan Karier dari "Nate" hingga Crybaby

Sejak merilis "Nate" pada 2013 dan "Blue Suede" pada 2014, Staples dikenal lewat lirik yang menggambarkan kehidupan jalanan West Coast dengan pendekatan sastrawi. Cerita-cerita di sekitarnya hadir dalam narasi yang berlapis, selalu dengan pandangan ke cakrawala yang lebih jauh.

Album Crybaby melanjutkan visi kreatif itu dengan pendekatan yang lebih agresif secara sonik. Meski demikian, kemampuan rap Staples tetap menjadi tulang punggung setiap track. Wit-nya yang datar dan tepat sasaran masih jadi ciri utama.

Lagu Tertua Berusia Enam hingga Tujuh Tahun

Staples mengungkap bahwa sebagian materi dalam Crybaby bukanlah lagu baru. "Blackberry" dan "Seven in the Morning" disebut sebagai lagu paling lama dalam album, berusia sekitar enam sampai tujuh tahun. Sementara "Tulsa" dan "Cotton" tergolong lebih baru, dan "TV Guide" termasuk yang paling anyar.

Proses produksi album berjalan bertahap. "That was one of those songs that was kind of written in different fragments and came together later," ujar Staples soal "Blackberry Marmalade", track pembuka yang videonya digarap dengan gaya game first-person shooter.

Menurut Staples, sebuah lagu bisa bermula dari sisi sonik atau dari penulisan. Jika dimulai dari lirik, ia harus mencari palet suara dan aransemen yang sesuai. Fragmen-fragmen itu kemudian disatukan hingga menemukan bentuk akhir.

Soal Nyanyian N-Word dan Pandangan Audiens Putih

Di bagian akhir "Blackberry Marmalade", terdapat nyanyian N-word yang memancing tafsir soal keterlibatan audiens kulit putih dalam musik rap. Staples menanggapinya dengan lugas. "That's easy because I'm Black as shit. So it's an easy thing to do. It's just a matter of if you want to say it or if it feels appropriate," katanya.

Ia menegaskan tidak terlalu memikirkan penilaian orang lain terhadap karyanya. Menurut Staples, kritik dari siapa pun, termasuk audiens kulit putih, hanya berdasar pada sudut pandang dan asumsi mereka sendiri tentang siapa dirinya dan musik yang seharusnya ia buat.

"I don't really care what anybody thinks about what I make because that's not my part of the job. My part is make things," ujarnya menambahkan.

Realita Tur: Modal Besar di Depan, Pendapatan Belum Tentu

Staples juga berbicara soal sisi bisnis dari kehidupan sebagai musisi tur. Ia menyebut biaya bus, band, asuransi, dan berbagai kebutuhan operasional harus ditanggung lebih dulu. Jika tiket tidak terjual, pendapatan pun tidak datang.

"You spend all this money up front and if you don't sell no tickets, then you don't make no money. Nobody's doing that if they don't like to do it," katanya.

Ia lantas merumuskan hubungan antara musisi dan pendengar. "So if I'm an artist and I'm giving art to the world and people are consuming art and appreciating it, we're even."

Setelah sesi wawancara, Staples tampil membawakan materi Crybaby bersama band-nya di Cherry Lane Theatre. Penampilan itu disebut berlangsung tajam dan bertenaga, menegaskan posisinya sebagai salah satu rapper yang paling konsisten menjaga standar artistik di industri musik Amerika.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: rollingstone.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top