JAMBI — Peluncuran MacBook Pro 14 inci dengan chip M6 menandai pembaruan lini laptop profesional Apple. Harga 1.999 dolar AS yang diumumkan merupakan harga di Amerika Serikat, bukan harga resmi untuk pasar Indonesia. Keterangan Apple tidak menyebut daftar lengkap 35 negara dan wilayah yang masuk cakupan pemesanan, sehingga belum jelas apakah Indonesia termasuk di dalamnya.
Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi harga maupun jadwal ketersediaan untuk Indonesia. Konsumen di Tanah Air yang menanti kehadiran model ini masih harus menunggu pengumuman resmi dari Apple atau distributor resmi setempat.
Inti pembaruan MacBook Pro 14 inci terletak pada chip M6. CPU-nya memiliki 12 inti, dua inti lebih banyak dibanding sebelumnya, dengan susunan dua inti super, empat inti performa, dan enam inti efisiensi menurut satu laporan.
GPU juga berkapasitas 12 inti dengan akselerator neural di setiap inti, mesin ray tracing generasi ketiga, serta Dynamic Caching. Neural Engine-nya terdiri atas dua unit 16 inti.
Memori terpadu dimulai dari 16GB dan dapat dikonfigurasi hingga 32GB. Bandwidth memori dilaporkan naik dari 153GB/s menjadi 170GB/s.
Satu laporan menyebut peningkatan bandwidth hanya berlaku pada konfigurasi 24GB dan 32GB. Keterangan Apple yang ditemukan hanya menyebut bandwidth hingga 170GB/s tanpa menjelaskan batasan tersebut.
Apple memberi sejumlah klaim performa untuk chip M6. Dibanding model M5, GPU disebut hingga 30 persen lebih cepat, beban kerja AI hingga 25 persen lebih cepat, dan Neural Engine hingga 1,9 kali lebih cepat.
Dibanding MacBook Pro M1 13 inci, grafis disebut hingga 11 kali lebih cepat dan AI hingga 13 kali lebih cepat. Semua angka tersebut merupakan klaim Apple tanpa uji independen.
Satu laporan menyebut pembanding performa adalah M5 Max, sedangkan keterangan Apple menyebut pembandingnya MacBook Pro 14 inci M5 dengan CPU 10 inti dan GPU 10 inti. Perbedaan pembanding ini perlu dicermati sebelum menyimpulkan besaran peningkatan performa sebenarnya.