JAMBI — Lazio menutup pekan kedelapan Liga Italia 2026/2027 di puncak klasemen usai mengalahkan Parma 2-1 di Stadion Olimpico, Minggu (25/10/2026) dini hari WIB. Kemenangan itu mengangkat Elang Ibukota ke 22 poin, meski posisinya masih bisa digeser Inter Milan yang baru bertanding melawan Fiorentina malam nanti.
Pelatih Gennaro Gattuso menilai posisi Lazio di puncak klasemen Serie A bukan cerminan kekuatan sebenarnya. Menurutnya, tim yang ia tangani masih jauh dari kata pantas bersaing di jalur juara, meski torehan delapan laga terakhir berbicara lain.
Dari delapan pertandingan, Lazio mengumpulkan 22 poin dan hanya kehilangan sedikit angka. Catatan itu membuat mereka mengangkangi tim-tim dengan kekuatan finansial lebih besar seperti AS Roma, Napoli, AC Milan, dan Juventus.
Gattuso mengaku tidak menyangka laju Lazio secepat ini. Ia menilai skuadnya tidak banyak diperkuat pembelian pemain, sementara penunjukannya sebagai pelatih sempat diragukan publik ibukota.
Karena itu, ia meminta para pemain tidak terbuai dengan capaian sementara. Musim masih panjang dan posisi puncak bisa berubah dalam hitungan pekan.
"Kami merasa tidak pantas ada di sana (puncak klasemen), kami tidak terbuai dengan itu, tapi kami setidaknya sudah menorehkan cerita manis dalam sejarah klub ini. Selalu ada 200-300 orang datang ke stadion setiap laga, jadi kami harus tetap melaju," ujar Gattuso seperti dikutip Football Italia.
"Saya rasa ini semua tergantung pada kami, saya merasa saat ini kami lebih fokus dari laga ke laga," sambungnya.
Lazio belum bisa bernapas lega. Inter Milan yang baru bertanding melawan Fiorentina malam nanti berpeluang menyalip jika meraih hasil penuh.
Namun terlepas dari itu, performa Lazio tetap menjadi salah satu kejutan terbesar paruh awal Serie A musim ini. Tim yang diragukan sebelum kompetisi bergulir kini justru menjadi buruan utama di papan atas.
Kemenangan atas Parma sendiri menjadi modal berharga bagi Lazio untuk menjaga momentum. Jadwal padat menanti, dan Gattuso sadar betul bahwa konsistensi adalah kunci agar Elang Ibukota tidak jatuh dari jalur juara.