Danantara Bidik Rp 270 Triliun Investasi Asing Masuk RI Lewat New Asia Forum

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 14:06:01 WIB
Managing Director Global Relations & Communications BPI Danantara Pahala Mansury dalam diskusi media di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).

JAMBI — Badan Pengelola Investasi Danantara menargetkan aliran investasi US$ 30 miliar atau sekitar Rp 540 triliun ke kawasan Asia, dengan 40-50% di antaranya atau setara Rp 270 triliun diharapkan masuk ke Indonesia. Target itu akan dikejar melalui New Asia Forum di Bali pada 3-4 Desember 2026 yang mempertemukan investor global dengan pemilik proyek. Bagi pelaku usaha dalam negeri, forum tersebut membuka jalur langsung untuk menawarkan proyek kepada calon penyandang dana.

Managing Director Global Relations & Communications BPI Danantara Pahala Mansury menilai target tersebut bukan hal mustahil. Perhitungan itu merujuk pada besarnya pertumbuhan ekonomi kawasan yang belum diimbangi serapan modal global.

"Kalau lihat daripada angka-angka yang ada sih kita optimis sebetulnya buat Indonesia pun bukan sesuatu hal yang mustahil untuk mencapai US$ 30 miliar, tapi kita berharap ya kalau lihat dari angka-angka pertumbuhan ya mungkin 40-50 persennya akan ke Indonesia lah," ujar Pahala dalam diskusi media di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).

Ketimpangan Modal Global Jadi Dasar Perhitungan

Asia menyumbang sekitar 60% pertumbuhan ekonomi dunia, tetapi hanya menerima kurang dari 30% total modal global. Selisih itu yang ingin ditutup Danantara lewat forum investasi berskala besar.

"Nah ini menurut kita adalah sesuatu hal 60% pertumbuhan tapi cuma mendapatkan global capital di bawah 30%. Jadi, hampir setengahnya lah bahkan kurang dari setengah daripada kontribusi dari sisi pertumbuhan dunia. Jadi ada imbalance atau ada ketidakseimbangan," jelas Pahala.

Investasi yang dibidik terutama berupa pendanaan jangka panjang. Profilnya cocok untuk proyek infrastruktur dan sektor produktif yang butuh tenor panjang, bukan modal spekulatif jangka pendek.

Siapa Saja yang Dipertemukan di Bali

New Asia Forum akan mempertemukan investor institusi, perusahaan investasi swasta, pengelola family office, pemerintah, serta pelaku usaha pemilik proyek potensial. Danantara tidak membatasi peserta pada BUMN.

Perusahaan swasta didorong memanfaatkan forum tersebut untuk menawarkan proyek kepada calon investor. Danantara akan menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta kamar dagang dari berbagai negara Asia Tenggara untuk memperluas jangkauan peserta.

  • Target peserta: lebih dari 1.500 orang
  • Target pembicara: sekitar 200 pembicara dari berbagai negara
  • Agenda: sesi pertemuan bisnis dan presentasi proyek
  • Lokasi: Bali, 3-4 Desember 2026

Fokus pada Transaksi, Bukan Sekadar Forum Diskusi

Pahala menegaskan misi utama acara adalah mendorong transaksi investasi yang benar-benar masuk ke Asia. Forum diposisikan sebagai wadah deal making, bukan sekadar konferensi seremonial.

"Jadi, misi daripada acara ini, bagaimana acara ini betul-betul bisa menjadi sebuah platform untuk kita mendorong adanya transaksi investasi masuk ke Asia. Jadi, yang pertama adalah menjadi deal making platform," tutup Pahala.

Bagi investor, sinyal yang perlu dicermati adalah seberapa konkret pipeline proyek yang dibawa ke forum tersebut. Angka US$ 30 miliar masih berupa target, dan realisasinya bergantung pada kualitas proyek yang ditawarkan serta kecocokan imbal hasil dengan ekspektasi investor institusi global.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top