JAMBI — Spotify resmi mengaktifkan fitur paid memberships untuk podcaster di 34 pasar global, termasuk Amerika Serikat, dengan pembagian pendapatan 90% untuk kreator. Berbeda dari model paywall biasa, kreator bebas meracik sendiri paket benefit seperti akses awal, konten bonus audio/video, hingga versi bebas iklan. Fitur ini menyasar podcaster yang sudah punya basis pendengar loyal dan ingin mengubahnya jadi sumber pemasukan langsung.
Fitur berlangganan berbayar Spotify menyasar kreator yang sudah mapan, bukan pemula. Syaratnya jelas: podcast harus di-hosting lewat Spotify for Creators atau Megaphone, punya minimal 100 jam konsumsi, 100 pendengar atau penonton, serta sedikitnya tiga episode yang sudah tayang.
Kreator yang lolos kualifikasi bisa menyusun beberapa tingkatan keanggotaan dengan harga berbeda. Tujuannya agar penggemar bisa memilih level dukungan sesuai kedalaman keterlibatan mereka terhadap acara favoritnya.
Spotify tidak mengunci kreator pada satu jenis imbalan. Podcaster diberi kebebasan memilih kombinasi benefit yang paling relevan dengan audiensnya.
Pendengar akan melihat penawaran membership langsung di halaman acara pada aplikasi Spotify. Setelah mendaftar dan membayar, konten eksklusif bisa langsung diakses.
Transaksi membership dilakukan melalui web, bukan lewat pembelian dalam aplikasi. Keputusan ini menghindari potongan komisi platform aplikasi yang biasanya cukup besar bagi kreator.
Skema bagi hasilnya terbilang menarik: kreator mempertahankan 90 persen dari pendapatan membership, sementara Spotify mengambil sisanya sebagai biaya layanan. Angka ini menjadi salah satu tawaran paling kompetitif dibanding platform monetisasi podcast lain.
Sejumlah podcast besar langsung tersedia dengan opsi membership sejak hari pertama. Di antaranya "The Adam Friedland Show", "Making Sense with Sam Harris", "Shawn Ryan Show", "The Sculpt Society", dan "Two Hot Takes".
YMH Studios ikut membawa membership ke 12 acara dalam jaringannya sekaligus. Kehadiran nama-nama ini memberi gambaran bahwa fitur tersebut memang diposisikan untuk acara dengan pendengar setia berskala besar.
Spotify pertama kali memamerkan konsep membership pada Investor Day Mei lalu. Dalam forum yang sama, perusahaan juga memperkenalkan kemampuan AI yang memungkinkan pendengar mengajukan pertanyaan seputar konten yang sedang ditonton, plus alat baru untuk mengelola sponsor kreator.
Langkah ini mempertegas arah Spotify yang kian serius di ranah video untuk bersaing dengan YouTube. Podcaster sebenarnya sudah lama bisa meraup uang lewat iklan, tetapi membership memberi jalur pendapatan yang tidak bergantung pada jumlah tayangan.
Setelah peluncuran awal, Spotify berencana menambah fitur badge keanggotaan dan klip penyambutan bagi pendengar baru. Belum ada keterangan resmi soal ketersediaan fitur ini di pasar Indonesia.