JAMBI — PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Sultan Thaha merilis siaran pers tertanggal 20 Oktober 2026 yang memuat perubahan jarak pandang sejak pagi. Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 800 meter. Angka itu naik menjadi 1.400 meter satu jam berselang, lalu turun ke 1.300 meter pada pukul 08.00 WIB.
Jarak pandang sempat membaik hingga 2.200 meter pada pukul 09.00 WIB. Setengah jam kemudian, kondisi kembali menurun ke 1.000 meter. Fluktuasi itu membuat pemantauan operasional penerbangan harus dilakukan terus-menerus.
Dalam siaran pers yang sama, pihak bandara menyebut ada satu keberangkatan pada pukul 06.00 WIB. Penerbangan Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta (CGK) itu menggunakan pesawat ex-RON (Remain Over Night), yakni pesawat yang bermalam di bandara.
Hingga pukul 09.30 WIB, belum ada penerbangan lain yang terdampak. Penerbangan terdekat yang dijadwalkan adalah Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta, dengan jadwal kedatangan pukul 10.35 WIB dan estimasi tiba pukul 10.45 WIB.
Tim operasional Bandara Sultan Thaha telah berkoordinasi dengan pihak maskapai dan instansi terkait. Langkah itu untuk memastikan penanganan penumpang yang mengalami penundaan keberangkatan. Pembaruan informasi jadwal penerbangan terdampak dilakukan secara berkala.
Pihak bandara mengimbau calon penumpang memeriksa kembali status penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai sebelum berangkat ke bandara. Pengguna jasa juga dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports di nomor 172 untuk informasi kebandarudaraan.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Thaha berharap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi dapat segera teratasi. Harapan itu disampaikan agar kondisi lingkungan dan operasional penerbangan kembali kondusif.
Kabut asap yang menyelimuti wilayah Jambi menjadi faktor utama perubahan jarak pandang di bandara. Perkembangan kondisi udara dan jadwal penerbangan akan terus dipantau seiring situasi di lapangan.