JAMBI — Tongkol suwir kemangi menempati posisi tersendiri di antara hidangan olahan ikan laut khas nusantara. Perpaduan daging tongkol yang padat dengan bumbu balado dan daun kemangi membuat lauk sederhana ini nikmat disandingkan nasi hangat.
Kepraktisan saat disantap jadi salah satu keunggulan hidangan berkuah kering ini. Bumbu juga lebih mudah meresap hingga ke serat-serat daging terdalam karena ikan sudah disuwir sebelum ditumis.
Untuk satu porsi keluarga, siapkan 500 gram ikan tongkol. Bisa memakai tongkol segar maupun tongkol cue atau pindang yang sudah diawetkan.
Bahan pelengkapnya: 2 ikat daun kemangi yang dipetik dan dicuci bersih, 2 sendok makan air jeruk nipis untuk melumuri ikan, 2 batang serai yang dimemarkan, serta 5 lembar daun jeruk dengan tulang daun dibuang agar tidak pahit.
Rasa amis pada ikan laut muncul dari senyawa yang menguap saat proses pemanasan. Air jeruk nipis membantu menetralkan bau tersebut sebelum bumbu balado masuk.
Teknik pengolahan yang tepat juga menentukan tekstur akhir. Tongkol yang terlalu lama ditumis cenderung keras dan kering, sehingga waktu memasak perlu dijaga.
Pemilihan tongkol segar atau pindang memberi hasil berbeda. Tongkol segar menghasilkan suwiran lebih lembut, sementara pindang memberi rasa gurih yang lebih kuat dan tahan lama.
Daun kemangi sebaiknya dimasukkan menjelang akhir proses memasak. Aromanya cepat hilang jika terlalu lama terkena panas, dan warna daunnya berubah kecokelatan.
Cukup aduk sebentar hingga daun layu, lalu angkat. Lauk siap disajikan bersama nasi hangat untuk menu makan keluarga.
Bagi yang ingin mengurangi rasa pedas, jumlah cabai pada bumbu balado bisa disesuaikan tanpa mengubah komposisi bahan utama lainnya.