Suroso Isnandar Jabat Dirut PLN, Lanjutkan Transformasi Energi

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:26:31 WIB
Suroso Isnandar resmi menjabat Direktur Utama PT PLN (Persero) menggantikan Darmawan Prasodjo dalam RUPSLB.

JAMBI — PT PLN (Persero) menunjuk Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama menggantikan Darmawan Prasodjo dalam RUPSLB yang digelar Rabu (14/10/2026). Suroso, yang telah 30 tahun berkarier di perusahaan setrum negara itu, ditugaskan melanjutkan agenda transformasi yang mencakup penguatan keandalan sistem hingga pengembangan energi baru terbarukan.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT PLN (Persero) resmi menetapkan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama, menggantikan Darmawan Prasodjo. Pemegang saham menilai estafet kepemimpinan perlu berjalan mulus agar agenda transformasi perusahaan tidak terputus.

Sebelumnya, Suroso menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN. Pria itu bukan orang baru di perusahaan — ia telah mengabdi hampir tiga dekade atau 30 tahun di PLN, melewati berbagai posisi teknis maupun strategis.

Gregorius Adi Trianto, Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, menyampaikan penghargaan perusahaan kepada Darmawan Prasodjo atas dedikasi dan kontribusinya selama memimpin transformasi PLN.

"PLN menyampaikan apresiasi kepada Darmawan Prasodjo atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengawal transformasi perusahaan," kata Gregorius dalam keterangan resminya.

Empat Prioritas yang Dilanjutkan

Di bawah kepemimpinan Suroso, PLN akan melanjutkan program strategis untuk menyediakan listrik yang andal, terjangkau, berkualitas, dan semakin bersih. Ada empat fokus utama yang menjadi agenda transformasi lanjutan.

  • Penguatan keandalan sistem kelistrikan agar pasokan tidak mudah terganggu.
  • Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan untuk memperluas jangkauan layanan.
  • Pengembangan energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari transisi energi nasional.
  • Peningkatan layanan pelanggan, termasuk percepatan respons gangguan dan kemudahan pasang baru.

Dampak bagi Pelanggan dan Industri

Bagi rumah tangga dan pelaku usaha, kelanjutan agenda transformasi berarti pasokan listrik diharapkan makin stabil. Sektor industri yang bergantung pada listrik tanpa putus, seperti manufaktur dan pusat data, berkepentingan langsung terhadap keandalan sistem transmisi dan distribusi.

Pengembangan energi terbarukan juga menyangkut komitmen Indonesia menurunkan emisi. PLN memegang peran sentral karena menguasai sebagian besar pembangkit dan jaringan transmisi nasional. Penambahan kapasitas surya, air, dan panas bumi bergantung pada kesiapan jaringan serta skema pembelian tenaga listrik yang ditawarkan perusahaan.

Dari sisi tarif, pemerintah masih menopang sebagian biaya pokok penyediaan listrik melalui kompensasi dan subsidi. Efisiensi operasional di tubuh PLN menjadi faktor penting agar beban anggaran negara tidak membengkak.

Tantangan ke Depan

Suroso mewarisi sejumlah pekerjaan rumah besar. Permintaan listrik dari kawasan industri baru, smelter, dan kendaraan listrik terus tumbuh. Di sisi lain, bauran energi terbarukan masih perlu dipercepat untuk mengejar target pemerintah.

Pengalaman Suroso menangani proyek dan energi terbarukan menjadi modal. Namun, ia juga dituntut menjaga keuangan perusahaan tetap sehat di tengah fluktuasi harga energi global dan nilai tukar rupiah yang memengaruhi biaya bahan bakar serta komponen impor.

PLN merupakan salah satu BUMN penyumbang penerimaan negara terbesar. Kinerja perusahaan langsung berdampak pada dividen yang disetor ke kas negara serta keberlanjutan investasi infrastruktur kelistrikan di daerah terpencil.

Estafet kepemimpinan ini menegaskan bahwa transformasi PLN berjalan sebagai agenda jangka panjang, bukan proyek sesaat. Publik dan investor akan mengukur keberhasilannya dari keandalan pasokan, kecepatan penambahan kapasitas hijau, dan tarif yang tetap terjangkau.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top