SAROLANGUN — Rapat paripurna peringatan HUT ke-27 Kabupaten Sarolangun dipimpin Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani. Hadir sejumlah anggota DPR RI daerah pemilihan Jambi, di antaranya Hasan Basri Agus, Cek Endra, Edi Purwanto, dan Elpisina, serta Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Syamsul Ridwan dan unsur Forkopimda.
Bupati Hurmin memaparkan pembangunan daerah dijalankan berdasarkan visi yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Arah kebijakan itu diselaraskan dengan program Pemerintah Provinsi Jambi dan pemerintah pusat.
Selain pertumbuhan ekonomi 4,78 persen, tingkat pengangguran terbuka di Sarolangun berada di angka 4,68 persen. Persentase penduduk miskin tercatat 8,74 persen.
Dari sisi pendidikan, rata-rata lama sekolah mencapai 8,90 tahun. Harapan lama sekolah berada di 12,82 tahun.
Hurmin menegaskan capaian itu belum jadi titik akhir. Menurutnya, angka-angka tersebut dipakai untuk mengevaluasi langkah pembangunan selanjutnya.
"Capaian yang sudah ada tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami. Ke depan, pembangunan akan terus diarahkan agar semakin baik, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan oleh warga Sarolangun," ujar Hurmin.
Gubernur Al Haris menilai pembangunan Sarolangun menunjukkan perkembangan positif. Ia meminta capaian yang sudah baik dipertahankan dan ditingkatkan.
"Kita mengapresiasi perkembangan Sarolangun saat ini. Tentu capaian yang sudah baik harus terus dipertahankan dan ditingkatkan, supaya masyarakat semakin merasakan manfaat pembangunan, baik dari sisi ekonomi, pendidikan maupun pelayanan publik," kata Al Haris.
Al Haris juga menyampaikan kebanggaannya karena Bupati Hurmin akan mewakili kepala daerah se-Sumatera. Hurmin dijadwalkan memaparkan program BPJS Kesehatan di Jakarta.
Usai rapat paripurna, Al Haris menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Jambi. Jumlah kebakaran disebut berkurang dibandingkan bulan sebelumnya.
Pemerintah pusat menyalurkan dukungan Rp30 miliar untuk penanganan karhutla. Al Haris menyebut bantuan itu telah disalurkan ke sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Sarolangun.
"Bantuan dari pemerintah pusat ini sudah disalurkan ke beberapa daerah, termasuk Sarolangun. Kita berharap dukungan tersebut bisa memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla, sehingga kebakaran bisa ditekan dan tidak meluas," ungkapnya.
Pemerintah Provinsi Jambi bersama pemerintah kabupaten dan instansi terkait diharapkan memperkuat koordinasi. Dua agenda yang jadi perhatian: penanganan karhutla dan percepatan pembangunan daerah yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.