JAMBI — Biji salak berbahan dasar ubi jalar oranye ini menawarkan cita rasa manis legit dari karamelisasi gula merah, berpadu gurihnya santan kental yang harum pandan. Teksturnya kenyal, cocok disantap saat sore hari atau ketika cuaca sedang sejuk.
Selain rasanya yang menggugah selera, camilan ini juga praktis dibuat sendiri di rumah. Bahan-bahannya sederhana dan mudah ditemukan di warung maupun pasar tradisional.
Adonan biji salak memerlukan ubi jalar oranye yang dikukus hingga empuk, lalu dihaluskan saat masih hangat. Ubi yang masih panas lebih mudah dihaluskan dan menghasilkan tekstur adonan yang halus.
Kuah gula merah menjadi kunci cita rasa legit pada sajian ini. Gunakan gula merah atau aren berkualitas yang disisir halus agar mudah larut saat dimasak.
Ubi jalar oranye dipilih karena warna alaminya yang menarik dan rasa manis yang khas. Kandungan beta-karoten pada ubi oranye juga menjadi nilai tambah dibanding ubi jenis lain.
Perpaduan tepung sagu tani memberi tekstur kenyal yang menjadi ciri khas biji salak. Tepung ini bisa diganti tapioka bila stok di dapur tidak tersedia.
Penambahan air matang dilakukan bertahap, tidak sekaligus. Tujuannya agar kelembapan adonan bisa disesuaikan dengan kondisi ubi yang dipakai.
Garam halus ditambahkan secukupnya untuk menyeimbangkan rasa manis pada kuah nanti. Setelah adonan kalis, bentuk bulatan kecil seukuran kelereng sebelum direbus.
Saat merebus, biji salak dianggap matang ketika mengapung ke permukaan air. Angkat dan tiriskan sebelum disajikan bersama kuah gula merah dan siraman santan.