JAMBI — Realisasi Tahap I Kampung Bahagia 2026 di Kota Jambi mencapai 100 persen pada 797 RT. Capaian itu disertai temuan yang jarang terjadi pada program berbasis stimulan: di sejumlah RT, dana yang dikumpulkan warga justru lebih besar daripada bantuan pemerintah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi, Dra. Hj. Noverintiwi Dewanti, M.E., menyebut fenomena itu sebagai indikator utama keberhasilan program. Pemerintah, katanya, tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pembiayaan kegiatan lingkungan.
Contoh paling mencolok datang dari RT 38 Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Kota Baru. Pemkot Jambi mengalokasikan anggaran Kampung Bahagia untuk RT tersebut sebesar Rp75 juta.
Warga setempat menambahkan dana secara swadaya lebih dari Rp247 juta. Artinya, kontribusi masyarakat mencapai lebih dari tiga kali lipat dana stimulan yang disalurkan pemerintah.
"Nah, bentuk yang signifikan itu adalah pemberdayaan masyarakat yang luar biasa. Seperti kita ketahui beberapa RT itu kita berikan dana stimulan sebesar seratus juta, tapi sumbangan dari masyarakat itu lebih dari dua ratus juta," ujar Noverintiwi.
Noverintiwi menilai kesukarelaan warga muncul karena konsep Kampung Bahagia menempatkan mereka sebagai penentu kebutuhan, bukan sekadar penerima manfaat. Warga dilibatkan sejak tahap penentuan program hingga pelaksanaan di lapangan.
"Jadi, masyarakat sendiri itu secara spontan, secara sukarela itu ikut serta dalam kita membangun Kota Jambi," katanya.
Pola ini membuat program tidak bergantung pada dana stimulan pemerintah saja. Semangat gotong royong menjadi penopang utama pembangunan di tingkat RT.
Untuk Tahap II 2026, Pemkot Jambi mencatat 787 RT yang mengikuti program. Jumlah itu berkurang satu RT dari Tahap I karena ada satu RT yang memilih tidak berpartisipasi.
Pelaksanaan Tahap II berlangsung Juli hingga November 2026. Pemkot Jambi menyatakan pelaksanaan tetap mengedepankan partisipasi aktif masyarakat dan semangat gotong royong.
Kampung Bahagia mencakup sejumlah bidang, mulai dari infrastruktur lingkungan, kebersihan, keamanan, sosial kemasyarakatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Noverintiwi berharap semangat swadaya yang sudah terbentuk dapat terus dipertahankan pada tahap berikutnya.