Harga Emas Pegadaian Turun, Antam Kini Rp 2,667 Juta per Gram

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Selasa, 22 September 2026 | 11:37:31 WIB
Harga emas Pegadaian untuk produk Galeri24, Antam, dan UBS turun pada Selasa (22/9/2026).

JAMBI — Harga emas Pegadaian untuk produk Galeri24, Antam, dan UBS kompak turun pada Selasa (22/9/2026), dengan Antam berada di Rp 2.667.000 per gram. Penurunan ini mengikuti pelemahan harga emas dunia yang tertekan penguatan pasar saham Amerika Serikat dan ekspektasi suku bunga The Fed yang masih ketat.

Paragraf pembuka: Harga emas di Pegadaian tercatat turun tipis untuk ketiga produk yang dipasarkan. Galeri24 turun dari Rp 2.578.000 menjadi Rp 2.576.000 per gram, Antam dari Rp 2.668.000 menjadi Rp 2.667.000 per gram, dan UBS dari Rp 2.603.000 menjadi Rp 2.601.000 per gram. Pegadaian mengingatkan harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar.

Rincian Harga per Ukuran

Untuk emas Galeri24, ukuran 0,5 gram dibanderol Rp 1.351.000 dan 1 gram Rp 2.576.000. Ukuran 5 gram Rp 12.630.000, 10 gram Rp 25.192.000, dan 100 gram Rp 250.259.000. Ukuran terbesar 1.000 gram atau 1 kilogram mencapai Rp 2.496.340.000.

Emas Antam ukuran 0,5 gram dijual Rp 1.385.000 dan 1 gram Rp 2.667.000. Ukuran 5 gram Rp 13.104.000, 10 gram Rp 26.152.000, hingga 100 gram Rp 260.766.000. Sementara emas UBS ukuran 0,5 gram Rp 1.406.000, 1 gram Rp 2.601.000, 10 gram Rp 25.373.000, dan 100 gram Rp 252.612.000.

Pilihan ukuran berbeda antarproduk. Galeri24 tersedia dari 0,5 gram hingga 1.000 gram, UBS dari 0,5 gram sampai 500 gram, sedangkan Antam ditawarkan hingga ukuran 100 gram.

Tekanan dari Pasar Global

Harga emas dunia melemah setelah penutupan perdagangan Amerika Serikat pada Senin. Mengutip Kitco, harga emas spot berada di sekitar US$ 4.337,20 per ounce atau turun 0,95%, sementara perak spot di US$ 66,08 per ounce atau melemah 0,44%.

Penguatan tajam pasar saham AS menggerus minat investor terhadap aset safe haven. Indeks S&P 500 naik 1,5% ke 7.764,70, Nasdaq Composite melonjak 2,3% ke 27.122,09, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,7% ke 52.048,83.

Harga minyak mentah juga turun untuk sesi keempat berturut-turut. Brent ditutup di US$ 100,34 per barel atau turun 3,4%, sedangkan WTI di US$ 95,78 per barel atau turun 4,5%. Penurunan ini mengurangi premi risiko geopolitik di pasar komoditas.

Suku Bunga The Fed Jadi Penekan Utama

The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin pada 16 September, membawa kisaran target menjadi 3,75%-4%. Proyeksi median bank sentral AS itu masih menunjukkan suku bunga berada di sekitar 4,1% pada akhir tahun.

Data ekonomi AS memperkuat ekspektasi kebijakan ketat. Penjualan ritel Agustus naik 1,2%, sementara klaim pengangguran awal turun menjadi 196.000. Pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember mencapai 88%.

Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun turun ke kisaran 4,95%-4,96%, tetapi masih mendekati batas psikologis 5%. Level ini meningkatkan biaya pinjaman dan menekan aset tanpa imbal hasil seperti emas dan perak.

Pandangan Analis dan Level yang Dicermati

Analis pasar XS.com Rania Gule menilai faktor fundamental yang saling bertentangan sedang membentuk pasar. "Kenaikan imbal hasil obligasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed membatasi momentum harga emas," ujarnya.

Meski begitu, Rania menyebut risiko geopolitik, permintaan bank sentral, dan kekhawatiran fiskal masih menjadi pendukung pembelian emas jangka panjang. Utang pemerintah AS yang dimiliki publik mencapai US$ 31,3 triliun pada April, setara ukuran ekonomi AS, dengan belanja bunga bersih tahun fiskal 2025 melampaui belanja pertahanan.

Dari sisi teknikal, pelaku pasar mencermati target kenaikan berikutnya di area US$ 4.400-US$ 4.407,27 per ounce. Penembusan level itu secara berkelanjutan akan menentukan arah harga emas dalam beberapa pekan ke depan.

Penutup: Bagi investor ritel, penurunan harga di Pegadaian bisa menjadi momen akumulasi, tetapi tekanan suku bunga The Fed dan derasnya arus ke pasar saham AS membuat emas masih rentan koreksi jangka pendek.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top