KERINCI — Keputusan Komite Disiplin (Komdis) Askab PSSI Kerinci menyasar Jaker Pebdini dari Timur FC dan Aerifki dari Gelora Buana. Manajemen kedua klub menegaskan bahwa proses pemberian sanksi terhadap pemain tidak dapat dilakukan sembarangan. Menurut mereka, kedua pemain tidak pernah dipanggil untuk dimintai keterangan ataupun menjalani proses klarifikasi sebelum sanksi dijatuhkan.
Keberatan itu disampaikan perwakilan manajemen kedua klub pada Sabtu (19/9/2026). Pihaknya menilai surat skorsing yang terbit mendadak menjelang Bupati Cup Penawar merugikan klub, terlebih kedua pemain masuk proyeksi tim untuk kompetisi tersebut.
Ade Jenni Putra disebut sebagai pihak yang menandatangani surat keputusan tersebut. Menurut manajemen, dalam percakapan melalui WhatsApp, Ade Jenni Putra justru mengaku tidak mengetahui persoalan itu dan menyebut dirinya hanya sebagai Komdis Bupati Cup Penawar. Pengakuan itu memunculkan pertanyaan mengenai kapasitas dan kewenangannya menandatangani surat resmi yang diterbitkan PSSI.
Manajemen juga mempertanyakan dugaan rangkap jabatan serta potensi benturan kepentingan. Mereka merujuk pada ketentuan Statuta PSSI terkait independensi badan yudisial yang dinilai melarang anggota Komdis merangkap jabatan sebagai perangkat pertandingan atau wasit aktif.
Ade Jenni Putra disebut diketahui merupakan pemegang lisensi wasit aktif. Kondisi tersebut dinilai perlu penjelasan karena berkaitan dengan independensi serta keabsahan proses pengambilan keputusan.
Manajemen mengungkapkan bahwa pengurus Askab PSSI Kerinci hingga saat ini disebut belum dilantik secara sah melalui Kongres atau Muscab. Menurut mereka, apabila kepengurusan belum memiliki legalitas yang sah, kewenangan Exco dalam membentuk Komdis juga patut dipertanyakan. Atas dasar itu, keabsahan sanksi yang telah dikeluarkan turut dipersoalkan.
Manajemen menduga terdapat kesengajaan dari pihak PSSI karena surat skorsing terbit berdekatan dengan pelaksanaan Bupati Cup Penawar. Mereka menduga keputusan tersebut berpotensi menjegal kedua pemain untuk tampil dalam kompetisi itu.
Pada Kejurkab di Sulak Panjang sebelumnya, manajemen menyebut surat keputusan tersebut sempat diminta, tetapi tidak pernah diberikan. Menurut mereka, dalam regulasi Bupati Cup maupun undangan seleksi Gubernur Cup tidak terdapat aturan yang menyatakan pemain yang tidak mengikuti seleksi dapat dikenai sanksi skorsing.
Jika PSSI tidak segera menyelesaikan persoalan tersebut dan kedua pemain tetap dilarang tampil, manajemen bersama para suporter mengancam akan menggelar aksi demonstrasi. Mereka juga menyatakan akan meminta Bupati Kerinci untuk tidak melantik kepengurusan PSSI tersebut.
"Jangan sembarangan tanda tangan surat kalau tidak mengerti permasalahannya, karena ini bisa merugikan banyak orang," tegas perwakilan manajer Timur FC dan Gelora Buana, Sabtu (19/9/2026).
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen kedua klub masih menunggu klarifikasi dan penyelesaian dari Askab PSSI Kerinci. Langkah hukum maupun aksi lanjutan akan ditentukan setelah ada respons resmi dari pengurus.