JAMBI — Arema FC gagal meraih poin penuh di kandang sendiri setelah ditahan imbang Persik Kediri 1-1 pada Pekan 3 Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Jumat (18/9/2026). Gol Walisson Maia di menit ke-85 dianulir wasit karena offside, memupus harapan Singo Edan mengamankan tiga poin dari laga derbi regional ini.
Laga yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan itu menyajikan tensi tinggi khas derbi regional. Arema FC yang bertindak sebagai tuan rumah harus puas berbagi angka setelah pertandingan berjalan penuh drama.
Zanadin Fariz Bungkam Kanjuruhan di Menit Keenam
Stadion Kanjuruhan tersentak saat pertandingan baru berjalan enam menit. Gelandang muda Persik, Zanadin Fariz, melepaskan tendangan keras spekulasi dari luar kotak penalti yang gagal dibendung kiper Arema.
Gol tersebut berawal dari bola buangan halauan yang tidak sempurna dari lini belakang Singo Edan. Persik memanfaatkan kelengahan itu dengan eksekusi cepat.
Careca Samakan Kedudukan Lewat Titik Putih
Tersengat gol cepat tim tamu, Arema FC meningkatkan gelombang tekanan. Momen kebangkitan datang pada menit ke-30 ketika Arkhan Fikri dijatuhkan bek Persik, Junheong Park, di dalam area terlarang.
Wasit Dika Rahmat Hidayat tanpa ragu menunjuk titik putih. Careca yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan dingin dan menyeimbangkan kedudukan menjadi 1-1.
Gol Walisson Maia Dibatalkan karena Offside
Laga makin membara di babak kedua. Arema terus mengurung pertahanan Macan Putih demi mengejar gol kemenangan.
Drama puncaknya meletus pada menit ke-85. Walisson Maia berhasil menyundul bola masuk ke jala gawang Persik, namun selebrasi Aremania mendadak sirna. Wasit menganulir gol tersebut karena Gustavo Franca dinilai sudah terjebak posisi offside sebelum tandukan terjadi.
Marcos Santos: Babak Pertama Milik Persik, Babak Kedua Dominasi Arema
Dalam sesi konferensi pers pascamatch, pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengaku sulit memberikan penilaian angka atas performa timnya di tengah situasi emosional usai laga. Ia menilai jalannya pertandingan terbagi adil.
"Saya justru merasa lebih kecewa pada pertandingan di Makassar lalu dibanding laga ini. Di Makassar kita sempat unggul 3-1 tapi gagal menang. Kalau hari ini kita tertinggal 1-0 dulu, bisa menyamakan kedudukan, dan menciptakan banyak peluang di babak kedua," ungkap Marcos Santos, Jumat (18/9/2026).
Target Man Belum Bugar, Strategi Arema Terganggu
Marcos mengakui skenario taktiknya terganggu saat Flabio meminta diganti lebih awal akibat cedera. Tim pelatih harus berpikir cepat mengubah strategi.
Ia juga menyoroti lambatnya alur bola di babak pertama karena belum adanya penyerang murni yang bugar 100 persen sebagai titik acuan di depan.
"Gustavo Henrique belum 100 persen bugar karena baru dua kali ikut latihan bersama kami. Karena itu dia dimainkan bergerak dari sayap. Tapi ketika nanti kami punya penyerang murni yang siap, pertandingan akan terasa lebih mudah," jelas juru taktik asal Brasil tersebut.
Careca Janji Beri Versi Terbaik untuk Arema
Gelandang pengangkut air Arema FC, Careca, menegaskan komitmen profesionalismenya usai mencetak gol penalti. Melalui penerjemah tim, ia berjanji selalu memberikan kemampuan 100 persen baik di latihan maupun laga resmi.
"Careca berjanji untuk selalu memberikan versi terbaik dari dirinya. Dia siap mendengarkan seluruh instruksi pelatih dan bekerja keras demi membawa Arema bangkit," ujar Careca.
Marcos Santos Minta Maaf ke Aremania
Marcos melayangkan rasa terima kasih mendalam kepada ribuan Aremania yang memadati tribun Kanjuruhan. Ia menyadari timnya belum mampu memberi kemenangan di kandang.
"Kami minta maaf belum bisa memberikan kemenangan. Kami merasa 'berutang' tiga poin di kandang kepada Aremania. Kami akan bekerja sangat keras pada laga berikutnya untuk memberikan kemenangan," tegasnya.
Marcos optimistis alur permainan Arema akan terus meningkat seiring panjangnya kompetisi yang baru berjalan tiga pekan.