JAMBI — Volvo memperkenalkan penyegaran untuk XC40 di sebuah acara peluncuran di London. Ini menjadi ubahan terbesar sejak SUV kompak itu pertama kali meluncur pada 2018, dan menjadi sinyal bahwa lini model bermesin bakar Volvo akan terus dirawat lebih lama dari rencana awal.
Langkah ini lahir dari kenyataan pasar. Volvo sempat menargetkan seluruh jualannya nirbensin pada 2030 dan separuh volume global sudah listrik penuh pada 2025. Realisasinya jauh dari itu: sepanjang tahun lalu hanya 21,4 persen volume global Volvo yang berupa EV murni, meski proporsi plug-in hybrid sedikit lebih tinggi.
Bagian depan XC40 kini memakai kap mesin, fender, bumper, lampu utama, dan gril yang seluruhnya baru. Gril mengadopsi sirip bersudut khas Volvo generasi terkini. Di buritan, perubahan lebih halus lewat lampu belakang baru.
Volvo juga menyiapkan tiga desain velg alloy anyar berukuran 18, 19, dan 20 inci. Dari sisi dimensi dan platform, tidak ada perubahan yang disebutkan.
Kabin mendapat pembaruan paling terasa di sektor infotainment. Layar sentuh tengah kini berukuran 11,2 inci dalam orientasi portrait, dua inci lebih besar dari sebelumnya, dengan resolusi lebih tinggi.
Sistem antarmukanya sudah mengadopsi asisten AI Google Gemini, fitur yang sama pernah dijajal di EX60. Tujuannya memberi kendali lewat perintah bahasa natural untuk berbagai fungsi kabin.
Kualitas trim juga dinaikkan. Sebagian panel plastik cetak pada XC40 generasi awal digantikan opsi material kayu ash hitam atau aluminium. Berdasarkan unit yang dipamerkan di London, peningkatan ini terasa signifikan.
Yang tidak diubah justru jadi nilai plus. XC40 masih mempertahankan tombol fisik untuk jendela dan spion, kenop volume, serta tombol start/stop. Dibanding arsitektur kontrol superminimalis model Volvo terbaru, tata letak ini lebih mudah dipakai sehari-hari.
Perangkat keselamatan aktif ikut diperbarui. Ada fitur Door Opening Alert yang memberi peringatan bila ada kendaraan atau pesepeda mendekat saat gagang pintu ditarik dari sisi terkait.
Sistem kamera 360 derajat kini dilengkapi fungsi tampilan 3D. Sementara Pilot Assist, smart cruise control Volvo, sudah bisa menangani perpindahan lajur.
Tidak ada kenaikan tenaga. Volvo malah menghentikan varian B4 penggerak roda depan yang dijual di AS tahun lalu, sehingga pembeli di sana hanya punya pilihan powertrain B5.
B5 memakai mesin empat silinder 2.0 liter turbo melintang, disalurkan ke semua roda lewat transmisi otomatis konverter torsi delapan percepatan. Sistem mild hybrid mendampinginya, menghasilkan puncak 247 hp dan torsi 196 lb-ft.
EX40 versi listrik yang berbagi bodi dengan XC40 ditarik dari pasar Amerika Serikat, meski tetap dijual di wilayah lain. Keputusan ini mempertegas bahwa permintaan EV di sana belum sesuai harapan pabrikan.
Volvo menyebut rincian harga dan varian akan dirilis mendekati waktu pemasaran XC40