6 Gunung Berapi Siaga Serentak, Abu Anak Krakatau Sebar ke 5 Provinsi

Penulis: Ahmad Syukri  •  Rabu, 09 September 2026 | 11:20:31 WIB
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar ke lima provinsi berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9 BMKG dan informasi VAAC Darwin.

JAMBI — Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat enam gunung api di Indonesia kini berstatus Siaga (Level III) secara bersamaan. Dari Selat Sunda hingga Maluku Utara, peningkatan aktivitas vulkanik ini terjadi hampir berdekatan dan berdampak langsung pada jalur penerbangan serta mobilitas wisatawan.

Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian utama karena sebaran abunya yang luas. Berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9 BMKG dan informasi VAAC Darwin, abu vulkanik terpantau menyebar ke Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.

Delapan Bandara Tutup, Rute Penerbangan Terganggu

Dampak paling terasa bagi traveler adalah penutupan delapan bandara akibat abu vulkanik Anak Krakatau. Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang) dan Halim Perdanakusuma (Jakarta) menjadi dua yang paling vital dan terdampak langsung.

Bandara lain yang ditutup meliputi Pondok Cabe (Tangerang Selatan), Husein Sastranegara (Bandung), Radin Inten II (Lampung), Budiarto (Tangerang), Taufiq Kiemas (Lampung), dan Lewoleba Wunopito (Nusa Tenggara Timur).

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menjelaskan gabungan informasi erupsi dan VONA dari PVMBG menjadi dasar pemantauan sebaran abu. "Dan berdasarkan gabungan informasi erupsi dan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dari PVMBG melalui Magma Indonesia, informasi VAAC (Volcanic Ash Advisory Centre) Darwin serta analisa citra satelit Himawari-9 oleh BMKG, bahwa abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, dan juga DKI Jakarta, serta Lampung dan Bengkulu," kata Lana Saria dalam konferensi pers daring, Minggu (6/9).

Anak Krakatau: Level Siaga Sejak Juli, Erupsi Kian Intensif

Gunung yang berada di Selat Sunda ini resmi berstatus Siaga sejak 2 Juli 2026. Aktivitasnya kian meningkat memasuki awal September, dengan erupsi yang terjadi berkali-kali hingga Senin pagi (7/9).

Untuk wisatawan yang berencana ke kawasan pesisir Lampung atau Banten, disarankan menunda aktivitas pelayaran di sekitar Selat Sunda dan memantau informasi resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api setempat.

Sinabung dan Semeru: Status Naik di Akhir Pekan

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, naik status dari Waspada ke Siaga pada 31 Agustus 2026. Pengamatan visual Jumat (4/9) pukul 12.00-18.00 WIB menunjukkan asap kawah berwarna putih tebal setinggi 300-500 meter dari puncak.

Sementara itu, Gunung Semeru di Jawa Timur dilaporkan erupsi pada Senin (7/9) pukul 04.50 WIB. Petugas PVMBG Rian Sigit Alfian mengonfirmasi erupsi terekam jelas di seismograf, yang menjadi dasar peningkatan status gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

Dua Gunung di NTT dan Satu di Maluku Utara Juga Siaga

Gunung Lewotobi Laki-laki di NTT telah berstatus Siaga sejak 12 Mei 2026. Kolom abunya tercatat mencapai 800 meter dengan intensitas tebal mengarah ke barat dan barat laut. Erupsi sudah terjadi dua kali sejak 4 Agustus 2026.

Bersebelahan dengan Lewotobi, Gunung Ili Lewotolok juga menyandang status yang sama sejak 2 Juli 2026. Erupsi terakhir terjadi Minggu (6/9) pukul 21.37 WITA dengan kolom abu 500 meter. "Terjadi erupsi G. Ili Lewotolok pada hari Minggu, 06 September 2026, pukul 21:37 WITA tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 32 detik," tulis keterangan Badan Geologi di akun X.

Di ujung timur Indonesia, Gunung Ibu di Pulau Halmahera, Maluku Utara, berstatus Siaga sejak 28 Januari 2026 setelah sempat turun dari Level IV (Awas). Erupsi Minggu (6/9) malam menghasilkan kolom abu setinggi 500 meter dari puncak.

Tips Aman Traveler di Tengah Status Siaga

Bagi Anda yang memiliki rencana perjalanan ke kawasan sekitar gunung berapi tersebut, ada beberapa langkah antisipasi yang perlu disiapkan. Pertama, selalu cek status terkini melalui aplikasi Magma Indonesia atau akun resmi PVMBG sebelum berangkat.

Kedua, hubungi maskapai untuk konfirmasi jadwal ulang jika bandara tujuan atau transit Anda termasuk delapan bandara yang ditutup. Ketiga, siapkan masker N95 untuk melindungi saluran pernapasan jika berada di wilayah yang berpotensi terkena hujan abu.

Durasi status Siaga tidak bisa diprediksi dan dapat berubah sewaktu-waktu. Informasi terkini dapat dikonfirmasi via Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau dinas pariwisata setempat sebelum Anda menentukan waktu kunjungan.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: politikindonesia.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top