JAMBI — Gempa yang mengguncang Pulau Flores tidak hanya merusak rumah dan fasilitas umum, tetapi juga berpotensi mengganggu roda ekonomi masyarakat. Menyadari situasi tersebut, BNI bergerak cepat dengan menurunkan tim relawan sekaligus memastikan infrastruktur perbankan di lokasi bencana tetap menyala.
Langkah ini penting karena akses terhadap layanan keuangan menjadi salah satu kebutuhan krusial saat bencana. Warga yang kehilangan tempat tinggal atau terdampak gangguan usaha tetap membutuhkan transaksi tunai untuk membeli kebutuhan pokok, sementara pengiriman dana bantuan dari keluarga di luar daerah juga harus bisa segera dicairkan.
BNI tidak hanya membagikan bantuan logistik seperti sembako dan kebutuhan dasar lainnya. Tim yang diterjunkan juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memetakan kebutuhan mendesak warga, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Bantuan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (TJSL) BNI dalam merespons bencana alam di Indonesia Timur. Pergerakan tim dilakukan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat serangkaian gempa dengan kekuatan signifikan yang merusak sejumlah bangunan di Kabupaten Flores Timur dan sekitarnya.
Poin penting yang ditekankan BNI adalah kontinuitas layanan. Nasabah di wilayah terdampak tidak perlu panik soal transaksi keuangan. BNI menjamin jaringan ATM yang masih dalam kondisi aman tetap beroperasi, dan layanan digital seperti BNI Mobile Banking serta internet banking dipastikan berfungsi normal.
Hal ini menjadi krusial karena mobilitas warga terbatas pascagempa. Dengan layanan digital yang aktif, warga bisa melakukan transfer, pembayaran, atau pembelian pulsa dari rumah aman tanpa harus mengantre di kantor cabang. BNI juga menyiagakan personel di titik-titik pengungsian untuk membantu nasabah yang mengalami kendala transaksi.
Aksi tanggap bencana ini menegaskan peran BUMN sebagai institusi yang hadir di tengah masyarakat, bukan sekadar entitas bisnis. Sebagai bank dengan jaringan luas di Indonesia Timur, kehadiran BNI di lokasi gempa menjadi ujian sekaligus bukti ketahanan operasional perusahaan.
Meski situasi di lapangan masih dinamis, langkah cepat yang diambil sejak hari pertama gempa menunjukkan kesiapan protokol manajemen risiko BNI. Perusahaan berkomitmen untuk terus memantau perkembangan dan akan memperluas bantuan jika dibutuhkan, selaras dengan upaya pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana di NTT.