MERANGIN — Bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa SMP dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Merangin hingga saat ini belum juga diterima para calon penerima. Padahal, tahun ajaran baru 2026/2027 sudah berjalan dan siswa baru sangat membutuhkan seragam untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Program yang menggunakan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) ini telah melalui tahap pengadaan barang sejak Maret 2026. Nilai bantuan yang disiapkan mencapai ratusan juta rupiah, meliputi tas sekolah, sepatu, seragam Pramuka, dan seragam biru putih.
Sejumlah pihak menyayangkan lambannya realisasi program ini. Seorang narasumber yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa anggaran program tersebut sebenarnya sudah siap digunakan.
“Setahu kami anggarannya sudah standby. Yang menjadi pertanyaan, mengapa sampai sekarang belum juga dibagikan. Apakah memang ada kendala administrasi atau persoalan lain, itu yang perlu dijelaskan kepada masyarakat,” ujarnya.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin, Zuhdi, memberikan penjelasan terkait keterlambatan ini. Menurutnya, penyaluran bantuan belum bisa dilakukan karena pihaknya masih melakukan penelusuran dan sinkronisasi data calon penerima bersama Dinas Sosial.
“Kami masih melakukan penelusuran dengan Dinas Sosial karena bantuan ini diperuntukkan bagi siswa dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Datanya harus benar-benar diverifikasi terlebih dahulu,” kata Zuhdi.
Proses verifikasi ini dinilai krusial agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak salah alamat. Namun, publik mempertanyakan mengapa proses tersebut belum rampung, sementara pengadaan barang telah berlangsung sejak Maret 2026 dan tahun ajaran baru sudah dimulai.
Zuhdi menambahkan bahwa dari sisi administrasi, penyaluran bantuan masih diperbolehkan karena merupakan pengadaan barang yang pertanggungjawabannya berlaku hingga akhir tahun anggaran 2026. “Selama tidak melewati akhir Desember 2026, masih sesuai ketentuan karena ini merupakan dana pengadaan,” jelasnya.
Penjelasan ini belum sepenuhnya menjawab keresahan masyarakat. Tahun ajaran baru merupakan momentum paling tepat untuk menyalurkan bantuan, mengingat siswa baru harus segera memiliki seragam untuk mengikuti kegiatan belajar.
Sejumlah pihak berharap Pemerintah Kabupaten Merangin melalui Dinas Pendidikan dapat segera menuntaskan proses pendataan dan menyalurkan bantuan tersebut. Selain untuk meringankan beban ekonomi orang tua, penyaluran pada awal tahun ajaran dinilai akan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi siswa yang membutuhkan.
Keterlambatan penyaluran bantuan seragam ini menjadi sorotan di tengah kebutuhan mendesak para pelajar baru. Publik menanti langkah konkret dari Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin untuk merealisasikan program yang telah dianggarkan tersebut.