JAMBI — Polda Jambi melalui Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) mengundang pimpinan redaksi media, organisasi insan pers, akademisi, serta mahasiswa dari berbagai universitas untuk duduk bersama membahas tantangan komunikasi publik di era digital. Acara yang dibuka langsung oleh Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar ini dihadiri pula oleh Wakapolda Brigjen Pol. Benny Ali dan para pejabat utama Polda.
Dalam sambutannya, Kapolda menyebut perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat menuntut Polri untuk semakin adaptif. "Peran Humas Polri pun kini semakin strategis sebagai jembatan komunikasi antara institusi kepolisian dengan masyarakat," kata Irjen Pol. Krisno H. Siregar.
Ia menambahkan bahwa kecepatan penyampaian informasi harus diimbangi dengan akurasi, keterbukaan, dan tanggung jawab. Polri, menurutnya, tidak bisa lagi bekerja sendiri tanpa melibatkan publik sebagai mitra.
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa diskusi ini merupakan komitmen Polda Jambi memperkuat komunikasi publik yang profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. "Melalui diskusi publik ini, Polda Jambi ingin mempererat sinergi bersama media, akademisi, mahasiswa, serta masyarakat agar bersama-sama menangkal hoaks, meningkatkan literasi digital, dan menghadirkan informasi yang kredibel," ujarnya.
Ia menekankan bahwa sinergi antara Polri, media, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat harus terus diperkuat untuk menghadirkan ruang digital yang sehat.
Hadir sebagai narasumber dalam diskusi ini Mochamad Farisi, dosen Fakultas Hukum Universitas Jambi; AKP Suhartono, Kanit I Cyber Ditreskrimsus Polda Jambi; dan Aipda Arjunif, Bhabinkamtibmas Polres Bungo yang berbagi pengalaman inovasi pelayanan kepada masyarakat. Materi yang diangkat mencakup tantangan hukum di era digital, keamanan siber, hingga pendekatan humanis Bhabinkamtibmas di lapangan.
Kapolda mengajak media massa, akademisi, mahasiswa, dan penggiat media sosial menjadi mitra strategis dalam menciptakan ruang digital yang sehat, edukatif, dan produktif. Ia menegaskan kembali bahwa keberhasilan Polri tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan penegakan hukum, tetapi juga oleh kemampuan membangun kepercayaan masyarakat melalui komunikasi yang terbuka, transparan, humanis, dan bertanggung jawab.
Polda Jambi berkomitmen terus membuka ruang dialog dan kolaborasi sebagai upaya membangun kepercayaan publik serta mewujudkan Polri yang semakin Presisi, humanis, dan dicintai masyarakat.